TITIKNOL.ID, BANDUNG – Saat sebagian tim masih sibuk mencari konsistensi, Borneo FC Samarinda justru melaju dengan percaya diri di puncak klasemen Super League.
Dijuluki Pesut Etam, tim asal Kalimantan Timur ini siap membawa ancaman nyata ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025/2026, pada 31 Agustus mendatang.
Laga ini bukan sekadar duel biasa. Ini adalah pertemuan dua tim besar dengan misi berbeda: Persib Bandung yang terluka dan kelelahan, melawan Borneo FC yang stabil, percaya diri, dan bermental juara.
Bertengger di puncak klasemen bukan alasan bagi skuad Borneo FC Samarinda untuk bersantai.
Justru sebaliknya, tekanan sebagai pemuncak klasemen dijadikan bahan bakar semangat.
Meski Persib Bandung saat ini tak dalam kondisi terbaik, pelatih dan pemain Borneo FC menolak menganggap enteng lawan, terlebih dengan kehadiran Tom Haye, gelandang Timnas Indonesia yang mulai menyatu dalam permainan Maung Bandung.
Namun Borneo FC Samarinda datang dengan modal besar:
- Kepercayaan diri;
- Kekompakan tim;
- dan kedalaman skuad yang teruji.
Bagi mereka, bermain di kandang lawan bukan hal baru dan bukan alasan untuk takut.
Maung Bandung dalam Bayang-bayang Lelah
Di sisi lain, Persib Bandung datang dengan energi yang nyaris terkuras.
Dua laga tandang berat, melawan Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta, meninggalkan jejak kelelahan fisik dan mental pada pasukan Marc Klok dkk.
Pelatih Miro Petric tak menampik kondisi tim yang belum ideal.
“Dua perjalanan tandang itu sangat berat, benar-benar menguras energi pemain,” ujarnya seperti dilansir laman resmi klub.
Kini, fokus Maung Bandung adalah pemulihan. Jadwal padat dan hasil kurang maksimal membuat tekanan di tubuh tim semakin besar.
Apalagi, dua hasil tanpa kemenangan terakhir membuat posisi mereka makin terjepit dalam klasemen.
Borneo FC Siap Gas Penuh
Selagi Persib Bandung berpacu melawan waktu untuk memulihkan kondisi, Borneo FC Samarinda justru mempersiapkan diri dengan ritme stabil.
Tidak ada agenda mengejutkan, tidak ada rotasi tergesa. Justru di sinilah letak kekuatan mereka, konsistensi dan kedalaman skuad.
Nama-nama seperti Terens Puhiri, Stefano Lilipaly, dan Agung Prasetyo menjadi pilar penting yang terus menunjukkan performa konsisten musim ini.
Dengan taktik yang fleksibel dan transisi cepat, Borneo FC menjelma menjadi tim yang tak hanya tajam di lini depan, tapi juga solid di belakang.
Pertemuan ini bisa jadi lebih dari sekadar pertandingan liga biasa. Ini tentang tim yang sedang bangkit melawan tim yang ingin mempertahankan dominasi.
Bagi Persib Bandung, kemenangan adalah harga mati untuk memperbaiki posisi.
Bagi Borneo FC Samarinda, tiga poin berarti semakin kokoh di puncak, sekaligus membuktikan bahwa dominasi mereka bukan kebetulan.
Akan seperti apa duel dua kekuatan ini di Stadion GBLA Bandung nanti?
Satu hal pasti, Borneo FC Samarinda datang bukan untuk bertahan. Mereka datang untuk menang. (*)












