TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pengendalian malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan perkembangan positif. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, Jansje Grace Makisurat, menyebut wilayah ini kini berstatus zona kuning, setelah sebelumnya berada di zona merah.
“Malaria di PPU sudah masuk kuning, kalau kemarin kan merah, jadi ini laporan kemajuan,” ujar Grace, Minggu (12/10/2025).
Data Dinkes PPU mencatat, pada 2023 terdapat 1.315 kasus malaria. Angka itu turun 57 persen menjadi 568 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 117 kasus hingga Agustus 2025.
Grace menekankan, petugas kesehatan harus terus meningkatkan upaya pemberantasan malaria. Sebab, pada 2027 mendatang Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditargetkan sudah mencapai eliminasi malaria.
“Kaltim sudah di bawah 1 persen. Sementara PPU masih menjadi penyumbang tertinggi, sekitar 5-7 persen,” jelasnya.
Sebagian besar kasus di PPU ditemukan di Kecamatan Sepaku, wilayah yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Penyumbang terbesar dari Kelurahan Sotek, di sekitar perusahaan APMR dan pekerja pendatang dari Papua serta Nusa Tenggara Timur,” tutur Grace.
Ia menambahkan, sebagian besar penderita bukan penduduk asli PPU, namun tetap mendapat pengobatan di fasilitas kesehatan setempat.
“Temuan kasus itu tetap kami obati, karena mereka berobat ke puskesmas terdekat,” katanya.
Grace menegaskan, malaria bukan penyakit menular, dimana pengendaliannya dapat dilakukan dengan pencegahan secara berkelanjutan, seperti pembagian 64 ribu kelambu bantuan dari Kementerian Kesehatan di wilayah dengan kasus terbanyak.
“Sudah diantisipasi. Mudah-mudahan tahun depan PPU bisa masuk zona hijau,” pungkasnya.
(TN01)












