BalikpapanTitiknolKaltim

Hack Sampah jadi Cuan, DPRD Balikpapan Dorong Warga Kembangkan Eco-Preneurship

135
×

Hack Sampah jadi Cuan, DPRD Balikpapan Dorong Warga Kembangkan Eco-Preneurship

Sebarkan artikel ini
SAMPAH DI BERAU - Pilah pilih sampah untuk didaur ulang. Sampah rumah tangga di Berau terbilang tinggi. Di tengah desakan penutupan TPA Bujangga pada 2027, proyek masa depan TPA Pegat Bukur justru terancam jalan di tempat akibat defisit anggaran. Mampukah Pemkab Berau keluar dari krisis sampah.

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Upaya menjadikan sampah sebagai sumber ekonomi kreatif kembali digaungkan melalui Dialog Warga bertajuk “Waste to Benefit: Eco-Preneurship, Hack Sampah Jadi Penghasilan Tambahan”, yang digelar di Lapangan Voli RT 49, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Jumat (24/10/2025) sore.

Mengenai Hack Sampah bisa dimaknai sebagai: Upaya mencari solusi kreatif untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, Wahyullah menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kota, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Saya fokus pada pengelolaan sampah karena sebagai anggota Komisi III, sudah menjadi tugas saya mendengar aspirasi masyarakat dan menangani persoalan lingkungan,” ujarnya.

Sampah Bernilai Ekonomi

Wahyullah menjelaskan, berdasarkan hasil kunjungan dan pengamatannya di sejumlah daerah di Indonesia, pengelolaan sampah kini telah berkembang menjadi sektor ekonomi potensial, bahkan hingga ke tingkat ekspor.

“Sampah memiliki nilai ekonomi, bahkan di beberapa kota sudah menjadi komoditas ekspor. Ini yang ingin saya dorong agar masyarakat Balikpapan juga bisa memperoleh nilai tambah dari pengelolaannya,” katanya.

Melalui gagasan Waste to Benefit, Wahyullah berharap masyarakat dapat mengubah cara pandang terhadap sampah dari sesuatu yang dianggap limbah menjadi sumber penghasilan tambahan.

Dorong Keberlanjutan Bank Sampah

Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pengelolaan bank sampah agar tidak berhenti hanya sebagai proyek jangka pendek.

“Banyak bank sampah hanya bertahan sesaat, bahkan ada yang tinggal nama. Karena itu, tim saya akan menganalisis dan merekomendasikan metode manajemen yang bisa berjalan konsisten,” tuturnya.

Wahyullah menyampaikan bahwa tindak lanjut dari dialog ini akan dilakukan secara bertahap, baik melalui reses, dialog lanjutan, maupun penyusunan pokok pikiran (pokir) yang berfokus pada persoalan sampah di Balikpapan.

Baca Juga:   Bocah Tenggelam di Sungai Bukit Teletubbies Kutim, Teman Korban Berteriak Minta Tolong

Hasil dari kunjungan ke sejumlah bank sampah nantinya akan dijadikan bahan kajian DPRD untuk menentukan model pengelolaan yang paling efektif dan sesuai dengan karakteristik daerah.

“Data yang kami kumpulkan akan kami olah dan susun dalam bentuk action plan, agar hasilnya bisa lebih nyata dan terukur,” jelasnya.

Apresiasi untuk Sepinggan Baru

Selain membahas persoalan sampah, Wahyullah juga mengapresiasi capaian Kelurahan Sepinggan Baru yang baru-baru ini meraih dua penghargaan lingkungan tingkat provinsi.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian warga terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Penghargaan itu patut kita syukuri dan jadikan motivasi untuk terus meningkatkan kesadaran serta partisipasi warga dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Sebagai Ketua LPM Sepinggan Baru, Wahyullah menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara warga dan pemerintah demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.

“Kita maknai penghargaan ini sebagai dorongan agar semakin baik lagi ke depan,” tutupnya. (*)