SamarindaTitiknolKaltim

Pemkot Samarinda akan Bangun TPI dan Cold Storage Eksklusif untuk Dongrak PAD

49
×

Pemkot Samarinda akan Bangun TPI dan Cold Storage Eksklusif untuk Dongrak PAD

Sebarkan artikel ini
COLD STORAGE SAMARINDA - Ilustrasi cold storage di perkotaan, tampung hasil tangkapan nelayan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan langkah serius untuk merevolusi sektor perikanan lokal dengan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terpadu dan fasilitas Cold Storage berkapasitas 120 ton di kawasan Harapan Baru..

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan langkah serius untuk merevolusi sektor perikanan lokal dengan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terpadu dan fasilitas Cold Storage berkapasitas 120 ton di kawasan Harapan Baru.

Proyek ambisius ini ditargetkan siap beroperasi atau launching pada tahun 2026.

Pembangunan ini bukan sekadar menambah infrastruktur, melainkan strategi utama Pemkot Samarinda untuk mencapai kemandirian dalam pengelolaan hasil tangkap.

Selain itu, proyek ini bertujuan menciptakan efisiensi distribusi ikan beku, yang selama ini masih bergantung pada fasilitas swasta atau mekanisme kerja sama lintas instansi.

Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap keterbatasan ruang gerak di TPI Selili, yang dikelola bersama pihak ketiga melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“TPI yang di Selili itu keleluasan kita bergerak berkurang dengan adanya PKS, otomatis pendapatan juga berkurang dari sana. Maka dari itu, kita coba bangun di kawasan Harapan Baru,” ujar Fauzi, Rabu (28/10/2025).

Fauzi menegaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Andi Harun untuk menjaga stabilitas harga ikan dan memastikan rantai distribusi berada di bawah kendali penuh pemerintah.

Dengan TPI baru yang dikelola secara eksklusif oleh Pemkot, diharapkan harga ikan di pasaran dapat dikendalikan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan dapat ditingkatkan.

“Sesuai dengan janji Pak Wali, kita harus komitmen terutama harga. Jadi, harga kita sudah harus komit. Misal kita share berapa harga, datang pun mereka buka dengan harga yang kita harapkan,” tegasnya.

Fasilitas Terpadu dan Target Pembangunan

Fasilitas terpadu ini dibangun di atas lahan milik Pemkot seluas kurang dari satu hektare, mencakup lapak pelelangan ikan dan cold storage berkapasitas sekitar 120 ton, lengkap dengan kantor pendukung dan sarana permesinan pendingin.

Baca Juga:   Ratusan Warga Kena Demam Berdarah Dengue, Kasus di Kaltim Diklaim Dinkes Menurun

“TPI kan hanya lapak. Kalau cold storage ada mesin permesinan. Kalau cold storage itu sudah aman,” jelas Fauzi, menjamin keamanan penyimpanan hasil tangkapan.

Ia optimistis, konstruksi utama bangunan akan rampung pada akhir tahun 2025 dengan sisa anggaran sekitar Rp 5 miliar dari APBD.

Tahap selanjutnya adalah finalisasi sistem pengelolaan dan perizinan administratif.

“Targetnya 2026 bisa, insyaallah launching. Akhir tahun ini clear bangunan, 2026 insyaallah launching,” ungkapnya penuh harap.

Nantinya, tata kelola TPI Harapan Baru akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

TPI ini tidak hanya dirancang untuk melayani nelayan Samarinda, tetapi juga sebagai sentra pelelangan lintas daerah yang mampu menampung hasil tangkapan dari wilayah sekitar, seperti Kutai Kartanegara (Kukar).

Antusiasme dari pelaku pelelangan di TPI Selili terhadap proyek baru ini juga cukup tinggi.

Mereka berharap fasilitas baru segera terwujud agar sistem pengelolaan dapat berjalan lebih eksklusif di bawah kendali pemerintah kota.

“Teman-teman dari pelelangan yang di Selili sana berharap segera itu terwujud. Intinya kita bisa ngelola eksklusif pemerintah kota,” pungkas Fauzi. (*)