TITIKNOL.ID, SIDOARJO – Ambisi Persiba Balikpapan untuk membawa pulang poin penuh dari kunjungan mereka ke markas Deltras Sidoarjo di pekan ke-9 Liga 2 Championship harus tertelan dengan harapan tak nyata.
Dalam sebuah duel yang berlangsung dramatis dan melelahkan di Stadion Gelora Delta, Jumat (7/11/2025) sore, “Beruang Madu” dipaksa berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan tim tuan rumah, “The Lobster”.
Skor akhir yang sama kuat ini hanyalah sekelumit cerita dari 90 menit penuh ketegangan, kontroversi, dan perjuangan fisik yang menguras tenaga skuad asal Kota Minyak.
Keunggulan Kilat yang Berujung Kontroversi
Pertandingan baru saja dimulai ketika Persiba langsung mengejutkan publik Sidoarjo.
Laga belum genap memasuki menit kedua, wasit sudah menunjuk titik putih.
Pelanggaran keras Idris terhadap Anggi di kotak terlarang berbuah hadiah penalti.
Nishihara, yang maju sebagai eksekutor, dengan tenang menunaikan tugasnya, mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Namun, Deltras tak tinggal diam. Bermain di hadapan pendukungnya, The Lobster merespons cepat.
Di menit ke-24, melalui skema tendangan bebas apik yang dilepaskan Bima Ragil, bola disambut dengan sempurna oleh Hamzah Titofani.
Lolos dari kawalan bek Persiba Balikpapan, Titofani berhasil menaklukkan gawang Pancar Nur, menyamakan skor menjadi 1-1.
Puncak drama terjadi tepat menjelang jeda. Gol Deltras yang dicetak El Burj sempat mengagetkan semua pihak.
Gol itu bahkan sempat disahkan oleh wasit Junaedi Hidayat usai melakukan VAR Checking awal.
Namun, protes keras dari bangku cadangan Persiba memaksa wasit mengambil keputusan langka: meninjau ulang insiden tersebut langsung di monitor pinggir lapangan (VAR Review).
Setelah inspeksi mendalam, wasit membatalkan keputusannya dan menganulir gol tersebut karena posisi El Burj dinyatakan offside.
Keputusan kontroversial ini menjadi penutup babak pertama yang sarat emosi dengan skor tetap 1-1.
Perjuangan Berat di Paruh Kedua
Di babak kedua, irama permainan tetap tinggi, diwarnai pertukaran peluang yang gagal berbuah gol.
Upaya Nishihara di depan gawang Deltras dimentahkan oleh kiper Panggih Prio, sementara sundulan maut Deltras melayang tipis di samping tiang gawang.
Bahkan, Persiba Balikpapan sempat kembali mencetak gol via Zakaria, namun lagi-lagi wasit mengangkat bendera offside.
Perjuangan “Beruang Madu” kian terasa berat memasuki 15 menit terakhir. Pada menit ke-78, Pancar Nur, penjaga gawang utama Persiba, harus menyerah dan ditandu keluar lapangan karena cedera.
Di tengah momen krusial, pelatih terpaksa memainkan kiper cadangan, Havidz Fauzan, untuk mengamankan sisa menit pertandingan.
Meskipun Deltras terus menggempur, ditambah dengan tambahan waktu yang cukup panjang, yaitu delapan menit, skor 1-1 tetap tak berubah hingga peluit panjang ditiup.
Hasil imbang ini merupakan satu poin berharga yang diraih Persiba Balikpapan melalui keringat, ketegangan, dan sebuah drama wasit yang tak terlupakan di Sidoarjo.
Mereka berhasil dijegal Deltras untuk meraih tiga poin, tetapi meninggalkan catatan perjuangan yang patut diacungi jempol. (*)












