TitiknolSport

Resep Koordinasi Lihai dan Ketenangan Borneo FC Samarinda, Kini Unggul Jauh di Super League

117
×

Resep Koordinasi Lihai dan Ketenangan Borneo FC Samarinda, Kini Unggul Jauh di Super League

Sebarkan artikel ini
BORNEO FC MENYALA - Dominasi Borneo FC Samarinda berlanjut pada babak kedua dalam laga tandang Super League melawan Semen Padang. Meskipun Semen Padang merupakan tim papan bawah klasemen, mereka seolah tak mampu mengimbangi gerakan cepat, pola tiki-taka, dan koordinasi tinggi yang ditunjukkan oleh skuad Pesut Etam. (HO/Borneo FC)

TITIKNOL.ID, PADANG – Dominasi Borneo FC Samarinda berlanjut pada babak kedua dalam laga tandang Super League melawan Semen Padang.

Meskipun Semen Padang merupakan tim papan bawah klasemen, mereka seolah tak mampu mengimbangi gerakan cepat, pola tiki-taka, dan koordinasi tinggi yang ditunjukkan oleh skuad Pesut Etam.

Ketajaman lini tengah dan depan Borneo FC Samarinda kembali terbukti melalui aksi Mariano Peralta. 

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini menunjukkan insting predatornya dengan menusuk ke depan dan berhasil menambah pundi-pundi gol tim tamu.

Tepat pada menit ke-61 babak kedua di Stadion H. Agus Salim, Padang, Peralta kembali membobol jala Semen Padang, mengubah skor menjadi 0-2 untuk keunggulan Borneo FC.

Namun, gol tersebut sempat memicu drama singkat. Tim wasit segera melakukan kajian melalui Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan apakah Peralta berada dalam posisi offside sebelum mencetak gol.

Setelah proses peninjauan rekaman yang memakan waktu sekitar dua menit, wasit memutuskan bahwa gerakan Peralta sah dan tidak terjebak offside.

Aksi brace (dua gol) Peralta dalam laga ini (mengingat ia juga mencetak gol di babak pertama) kini menempatkannya dalam jajaran top skor sementara Super League dengan koleksi total 9 gol.

Koordinasi Lihai dan Ketenangan Pesut Etam

Gaya bermain Pesut Etam tampak jauh lebih lihai dan tenang. Koordinasi antar individu berjalan kuat, memungkinkan mereka menguasai bola dengan mudah tanpa terlihat panik.

Sebaliknya, Semen Padang semakin tertekan. Meski demikian, tim tuan rumah sempat mendapatkan peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74.

Pemain Semen Padang, Cornelius Stewart, menerima operan matang di depan gawang dari sisi samping. Ia langsung melepaskan tembakan ke kiri gawang Borneo FC.

Baca Juga:   Kehadiran Gubernur jadi Motivasi Kontingen Kaltara pada Pornas Korpri XVI

Namun, kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil cekatan. Dengan sigap, Nadeo berhasil mementahkan bola yang meluncur deras menggunakan kaki kanannya, menggagalkan upaya Semen Padang mengubah skor.

Kiper Nadeo Kokoh di Bawah Tekanan Akhir

Menjelang menit ke-84, serangan Borneo FC mulai melambat. Dengan keunggulan dua gol, para pemain terlihat sedikit mengendurkan intensitas, bermain lebih santai dan menghemat energi.

Sebaliknya, di detik-detik akhir laga, Semen Padang meningkatkan tekanan dan semakin tajam menyerang.

Namun, kiper Nadeo Argawinata tetap menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang.

Beberapa kali peluang Semen Padang melalui tembakan keras ke arah gawang berhasil ditepis hingga ditangkap dengan tenang oleh Nadeo, memastikan skor tetap bertahan.

Sejarah Baru Liga Indonesia

Pertandingan pekan ke-12 Super League di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu (9/11/2025), mempertemukan dua misi yang bertolak belakang.

Borneo FC Samarinda bertekad mengukir rekor 10 kemenangan beruntun di awal musim, sementara tuan rumah Semen Padang berjuang keras memutus rentetan tujuh kekalahan berturut-turut.

Sejak awal babak kedua, Semen Padang yang tertinggal (0-1) memang tidak punya pilihan selain bermain lebih menyerang.

Namun, Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memastikan timnya tidak mengendurkan serangan, bahkan menginstruksikan pemain untuk tetap bekerja keras membantu pertahanan.

Borneo FC terus melakukan ancaman melalui intersep bola cepat dan umpan crossing berbahaya.

Puncak ketajaman Pesut Etam terjadi pada menit ke-60. Mariano Peralta sekali lagi menunjukkan insting golnya dengan menempatkan diri di posisi yang tepat.

Ia menerima umpan lambung terukur dari Juan Villa dan langsung menceploskan bola mendatar ke sisi kanan gawang yang dijaga oleh Arthur Augusto Da Silva.

Meskipun sempat ada kajian singkat dari tim wasit, gol akhirnya disahkan, mengubah skor menjadi 0-2. Gol ini menjadi yang kedua (brace) bagi Peralta dalam pertandingan tersebut.

Baca Juga:   Update Klasemen MotoGP 2024 Usai GP Mandalika 2024, Jorge Martin Teratas

Untuk menambah daya gedor, Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, memasukkan amunisi baru seperti Bruno Gomes dan Samuel Christianson Simanjuntak.

Sementara itu, Fabio Lefundes merespons dengan memasukkan Muhammad Baker El Husseini dan M. Sihran Amarullah, menggantikan Maicon Suarez dan Komang Teguh Trisnanda.

Hingga menit ke-70, pola permainan kombinasi dari Borneo FC terlihat sangat efektif dan enak ditonton, meskipun setelahnya intensitas serangan mulai dikurangi.

Semen Padang mencoba membalas, dan peluang terbaik mereka tercipta pada menit ke-74 melalui aksi solo run Cornelius Stewart, namun lagi-lagi berhasil ditepis dengan cekatan oleh kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.

Pemain pengganti Borneo FC, Douglas Coutinho, yang masuk di menit ke-80, juga sempat mengancam gawang tuan rumah dengan sepakan mendatar, namun berhasil ditepis oleh Arthur Augusto Da Silva.

Serangan balik dari Semen Padang melalui Cornelius Ezequiel Stewart dan Bruno Gomes belum berhasil memecah kebuntuan. Hasil akhir, Borneo FC unggul 2-0 atas Semen Padang.

Kemenangan ini secara resmi mengukir rekor 10 kemenangan beruntun di awal Super League musim 2025/2026.

Brace yang dicetak Mariano Peralta juga menempatkan pemain asal Argentina itu sebagai pencetak gol terbanyak Borneo FC dengan 9 gol, menjadikannya masuk dalam jajaran top skor sementara Super League.

Berkat pencapaian ini, Borneo FC Samarinda semakin kokoh di puncak klasemen sementara Super League dengan koleksi 30 poin, unggul signifikan 7 poin dari Persija Jakarta (23 poin) di posisi kedua, dan Malut United (20 poin) di posisi ketiga. (*)