Dua kali terjatuh, kini saatnya bangkit atau tergeser. Borneo FC Samarinda menantang sang legenda Persebaya di Gelora Bung Tomo hari ini. Akankah Pesut Etam membakar semangat penebusan mereka menjadi tiga poin, atau justru ‘karam’ di Surabaya? Simak kesiapannya
TITIKNOL.ID, SURABAYA – Aroma big match menyerbak di Kota Pahlawan hari ini, 20 Desember 2025 malam atau pukul 20.00 Wita. Laga klasik pekan ke-15 Super League akan mempertemukan sang legenda, Persebaya Surabaya, dengan penguasa takhta sementara asal Kalimantan Timur, Borneo FC Samarinda.
Bagi skuad Pesut Etam, laga ini bukan sekadar jadwal rutin di kalender kompetisi.
Dua kekalahan beruntun yang diderita sebelumnya telah berubah menjadi bahan bakar motivasi yang membara.
Di tengah kepungan Persib Bandung dan Persija Jakarta yang terus mengintai di puncak klasemen, membawa pulang tiga poin dari Surabaya menjadi harga mati yang tak bisa ditawar.
Pematangan Strategi Terakhir Langkah serius Borneo FC terlihat saat mereka menjajal rumput Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat (19/12/2025).
Sesi latihan resmi ini dimanfaatkan pelatih Fabio Lefundes untuk memoles detail strategi sekaligus membiasakan para pemain dengan atmosfer stadion yang megah.
Meski bertindak sebagai tamu di bawah tekanan ribuan suporter tuan rumah, Fabio Lefundes tampak tenang.
Ia justru mengapresiasi tinggi atmosfer sepak bola di Surabaya.
“Persiapan kami sudah sangat matang. Melawan tim besar dengan dukungan suporter yang luar biasa adalah sebuah tantangan. Kami ingin hadir dan memberikan pertandingan yang indah di tengah pesta sepak bola besok,” ungkap Lefundes dengan nada optimistis.
Evaluasi Tanpa Lengah Fabio menyikapi hasil minor di dua laga sebelumnya dengan bijak.
Baginya, kekalahan adalah cermin untuk berbenah. Menghadapi Persebaya yang kabarnya harus kehilangan pilar seperti Bruno dan Rivera, Fabio tegas meminta anak asuhnya untuk tidak jemawa.
Persebaya Surabaya tetap tim yang terorganisasi secara baik. Mereka punya kedalaman skuad seperti Galih, Freitas, hingga Malik.
“Kami fokus pada kekompakan tim sendiri dan rencana permainan yang sudah disiapkan,” tambahnya.
Ia pun tak mau ambil pusing soal kondisi tim lawan yang kini tengah tanpa pelatih kepala, baginya respek tetap yang utama.

Tiga Poin Harga Mati
Senada dengan sang pelatih, gelandang lincah Sihran mewakili suara ruang ganti pemain.
Tak banyak kata yang terucap, namun semangatnya jelas: misi penebusan.
“Kami datang ke sini dengan kesiapan penuh sesuai instruksi pelatih. Target kami jelas dan tunggal: membawa pulang tiga poin ke Samarinda,” tegas Sihran.
Akankah Pesut Etam berhasil meredam gemuruh Bonek dan memperkokoh posisinya di puncak klasemen Super League?
Jawabannya akan tersaji di atas lapangan hijau hari ini.
(*)












