TITIKNOL.ID, PENAJAM – Jumlah pengangguran di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami kenaikan. Data terbaru mencatat pengangguran riil mencapai 2.244 orang, meningkat dibanding awal tahun yang berada di angka 1.912 orang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani, mengatakan kenaikan ini dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya perubahan usia masuk angkatan kerja.
“Tahun lalu usia 14 belum masuk usia kerja. Tahun ini sudah 15. Kalau tidak bekerja, otomatis masuk pengangguran,” jelasnya, Minggu (28/12/2025).
Selain itu, pemutusan hubungan kerja (PHK) juga turut menyumbang angka pengangguran.
Faktor lainnya adalah kelompok usia kerja yang tidak masuk angkatan kerja, seperti siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), yang secara statistik tidak dihitung sebagai penganggur.
Imigrasi juga menjadi indikator tambahan dalam dinamika ketenagakerjaan di PPU.
Marjani menuturkan, berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan SLTA menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran, melebihi lulusan perguruan tinggi.
Ia menambahkan, selain fenomena pengangguran terbuka, pengangguran tertutup juga banyak terjadi di kalangan mahasiswa.
“Pengangguran terbuka jelas, banyak dari kalangan SLTA. Pengangguran tertutup, mereka bekerja, tapi tidak sesuai latar belakang pendidikan dan gajinya di bawah UMK,” ujarnya.
Sementara itu, pengangguran terbuka yang didominasi lulusan SLTA, Disnakertrans PPU mencatat porsinya mencapai sekitar 70 persen.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, termasuk pengangguran terbuka dan kategori lainnya, total sebelum pelaksanaan job fair tercatat mencapai 2.918 orang,” tandasnya.
(TN01)












