Datang sebagai lawan, pulang membawa kenangan? Fabio Lefundes kembali ke markas Persita dengan misi besar: membuktikan profesionalisme bersama Borneo FC di stadion yang pernah membesarkan namanya
TITIKNOL.ID, TANGERANG – Sehari setelah mendarat di Tangerang, skuat Borneo FC Samarinda langsung menjajal rumput Stadion Indomilk Arena, Banten, pada Kamis (8/1/2026) sore.
Pesut Etam melakukan persiapan terakhir demi menghadapi laga krusial melawan tuan rumah, Persita Tangerang.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyatakan timnya dalam kondisi siap tempur meski menyadari tantangan berat yang menanti.
“Kami sudah mempersiapkan tim dengan matang. Besok kami menghadapi tim yang sulit. Sebelum bertolak ke sini, kami sempat berlatih dua kali untuk pemantapan. Persita adalah tim bagus dan mereka sangat membutuhkan hasil positif, jadi saya prediksi pertandingan besok akan berjalan menarik,” ujar Fabio dalam sesi konferensi pers.

Reuni dan Kewaspadaan Tinggi
Laga ini terasa spesial bagi Fabio Lefundes. Pasalnya, pelatih asal Brasil tersebut pernah menahkodai Persita dan mengenal mayoritas pemain lawan secara mendalam.
Namun, ia menegaskan bahwa nostalgia tidak akan menjadi keuntungan otomatis bagi Borneo FC Samarinda.
“Banyak teman dan staf di sana yang saya kenal baik. Saya ingat laga terakhir saya di stadion ini adalah saat saya masih melatih Persita. Saya yang membawa pemain seperti Igor, Tamirlan, Eber Bessa, hingga Javlon ke tim itu. Tapi besok, mereka semua adalah lawan,” tegasnya.
Menurut Fabio, mengenal kelebihan dan kekurangan pemain lawan selama sembilan bulan bekerja bersama bukanlah kunci utama.
“Semua bergantung pada performa di lapangan besok,” tambahnya.
Senada dengan pelatihnya, penyerang sayap Borneo FC, Mariano Peralta, mengakui kekuatan Persita.
Namun, ia percaya diri karena Borneo FC datang dengan status pemuncak klasemen.
“Seperti yang pelatih katakan, Persita tim yang bagus. Tapi jangan lupa, kita berada di posisi pertama sekarang. Itu adalah modal yang sangat baik bagi kita,” kata Peralta.
Menanggapi ketatnya persaingan poin dengan tim papan atas lainnya seperti Persib dan Persija, Peralta menegaskan bahwa motivasi Borneo FC bukan sekadar soal rivalitas, melainkan tanggung jawab besar untuk mempertahankan posisi.
“Jarak poin memang dekat, tapi motivasi ekstra kami muncul karena tanggung jawab besar di setiap pertandingan. Kami akan mencoba meraih hasil maksimal agar tetap berjuang di papan atas hingga akhir kompetisi,” pungkas Peralta.
(*)












