PenajamTitiknolKaltim

Enam Dapur MBG Berdiri, Pemkab PPU Arahkan Serap Pangan Lokal

133
×

Enam Dapur MBG Berdiri, Pemkab PPU Arahkan Serap Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini
MBG - Sekretaris Pokja Satgas MBG PPU, Mulyono, mendorong pengelola SPPG memanfaatkan produk pangan lokal untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong agar kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dipenuhi dari daerah sendiri, khususnya dari petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Sekretaris Pokja Satuan Tugas MBG PPU, Mulyono, mengatakan hingga saat ini telah berdiri enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di PPU.

Seluruh dapur tersebut diharapkan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia.

“Sayur, buah, sampai beras sebenarnya kita punya. Kita manfaatkan yang lokal dulu, jangan sampai malah mengambil dari luar daerah,” kata Mulyono, Jumat (30/1/2026).

Mulyono yang juga menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU menyebut, bahan pangan lokal dinilai lebih sesuai dengan lidah masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat program MBG.

Selain itu, pemanfaatan produk lokal juga dinilai mampu memberdayakan kelompok tani yang selama ini telah dibina di berbagai kecamatan.

“Termasuk sayuran, ini bisa jadi peluang untuk memberdayakan kelompok-kelompok petani yang ada,” ujarnya.

Menurut dia, yang kini dibutuhkan adalah koordinasi yang lebih intens antara pengelola dapur MBG dengan dinas terkait, agar pasokan bahan pangan bisa disesuaikan dengan hasil produksi petani.

“Kami berharap seluruh SPPG bisa aktif berkomunikasi dengan Dinas Pertanian maupun Dinas Ketahanan Pangan. Dengan begitu, titik-titik produksi sayur dan buah bisa kita petakan dan suplainya diatur,” jelasnya.

Mulyono juga menegaskan pentingnya memanfaatkan beras lokal, mengingat PPU saat ini berada dalam kondisi surplus.

“Daerah kita surplus beras, masa justru mendatangkan dari luar. Kan lucu. Jadi manfaatkan dulu produk lokal,” tegasnya.

Selain soal pasokan, ia mengingatkan pengelola dapur MBG agar berbelanja secara bijak dan tidak menimbun bahan pangan.

Baca Juga:   Penajam Eco City Siap Jadi Kawasan Ekonomi, Zainal Tekankan Konektivitas dan Sinkronisasi

Menurutnya, penimbunan berpotensi mengganggu ketersediaan barang di pasar dan memicu kenaikan harga.

“Jangan sampai belanja berlebihan dan ditimbun. Kalau barang di pasar habis, orang bisa panik belanja, harga naik, inflasi ikut terdorong. Ini yang harus kita jaga dengan kolaborasi dan koordinasi,” pungkasnya.

(TN01)