Debut impian di Stadion Segiri! Dua penyerang baru Borneo FC langsung ‘nyetel’ dan jadi pahlawan kemenangan. Apakah ini kepingan puzzle yang selama ini dicari Fabio Lefundes?
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Stadion Segiri menjadi saksi kemenangan dramatis Borneo FC atas PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam lanjutan putaran kedua Super League, Minggu (1/2/2026).
Meski sukses mengamankan tiga poin, pelatih kepala Fabio Lefundes memberikan catatan mendalam, mulai dari proses adaptasi pemain hingga perilaku suporter di tribun.
Kemenangan Pesut Etam kali ini terasa istimewa berkat kontribusi instan para penggawa anyar.
Dua gol penentu dicetak oleh duet striker debutan, Kaio Nunes dan Koldo Obieta.
Tak hanya mereka, performa impresif Cleyton Santos dan Marcos Alsina juga menuai pujian dari jajaran pelatih.
Analogi ‘Pit Stop’ di Jendela Transfer Fabio Lefundes mengungkapkan tantangan besar dalam merombak komposisi tim di tengah kompetisi yang sedang berjalan.
Ia mengibaratkan dinamika transfer ini layaknya sebuah balapan profesional.
Katanya, mencari pemain di jendela transfer itu sangat menantang. Ibarat pembalap yang harus masuk ke pit stop untuk mengganti ban saat balapan masih berlangsung.
“Saya dan staf pelatih telah bekerja ekstra keras selama 10 hari terakhir untuk memastikan tim tetap kompetitif,” beber Fabio pada Senin (2/2/2026).
Apresiasi Pemain Muda dan Sorotan untuk Suporter Selain memuji adaptasi kilat para pemain asing, pelatih asal Brasil ini juga memberi ruang bagi talenta lokal seperti Dika Kuswandani.
Fabio menegaskan bahwa menit bermain diberikan berdasarkan kualitas di sesi latihan, meski ia mengakui mental bertanding pemain muda masih perlu diasah lebih tajam.
Namun, di tengah euforia kemenangan, Fabio menyisipkan teguran halus bagi para pendukung Pesut Etam.
Ia menyayangkan aksi oknum suporter yang meneriaki pemain saat melakukan kesalahan teknis di lapangan.
“Ada satu hal yang saya tidak suka, yaitu saat suporter meneriaki kesalahan seorang pemain,” bebernya.
“Hal itu dapat merusak mental dan memecah konsentrasi pemain di tengah laga,” tegasnya.
Bagi Fabio, dukungan seharusnya bersifat membangun guna menjaga psikologis tim tetap stabil.
“Inilah sepak bola. Tugas kita adalah terus mengarahkan dan mendukung mereka agar bisa tampil lebih baik lagi di setiap pertandingan,” pungkasnya. (*)












