BalikpapanTitiknolKaltim

Balikpapan Gandeng Bank Dunia dan Singapura Susun Peta Jalan Atasi Krisis Air Bersih

85
×

Balikpapan Gandeng Bank Dunia dan Singapura Susun Peta Jalan Atasi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi kantor PDAM Balikpapan. 

Krisis air bersih masih jadi PR besar di Balikpapan? Tenang, Pemkot kini menggandeng pakar dari Singapura dan Bank Dunia untuk bangun sistem air kelas dunia. Simak detail strateginya di sini

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Menandai hari jadinya yang ke-129, Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah strategis untuk menuntaskan persoalan klasik, ketersediaan air baku dan pengendalian banjir. 

Tak tanggung-tanggung, Pemkot menggandeng Singapore Water Center dan Bank Dunia untuk menyusun Peta Jalan Praktis Ketahanan Air (Water Security).

Langkah ini diambil mengingat keterbatasan sumber air alami di Balikpapan yang terus menjadi tantangan besar selama lebih dari satu dekade terakhir.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini telah memasuki tahap serius.

Tim ahli dari Singapura dan perwakilan Bank Dunia telah meninjau langsung kondisi lapangan di Balikpapan pada akhir Januari 2026 lalu.

Fokus kunjungan tersebut adalah melihat realita pengelolaan air kita secara menyeluruh, mulai dari penyediaan air bersih, sistem sanitasi.

“Hingga pengendalian banjir,” tutur Yudhi pada Jumat (13/2/2026).

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari studi banding yang sebelumnya dilakukan oleh PTMB bersama Bappeda Litbang ke Singapura.

Tujuannya adalah merumuskan sistem pengelolaan air yang terintegrasi dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Mengadopsi Konsep ‘ABC Waters’ Singapura

Singapura dipilih sebagai rujukan utama karena kesamaan kondisi geografis yang minim sumber air alami, namun sukses membangun sistem air nasional yang mandiri.

Salah satu fokus utama yang dipelajari adalah program Active, Beautiful, Clean (ABC) Waters.

Konsep ini mengintegrasikan fungsi drainase sebagai penampung air hujan, ruang publik yang estetis, serta upaya konservasi air dalam satu kesatuan sistem.

Baca Juga:   Balikpapan Krisis Air, Pemkot Gandeng Arsari Group untuk Pasok Air Bersih Berkelanjutan

Singapura tidak punya sumber air besar, tapi mereka sukses memaksimalkan air hujan dan mendaur ulang air.

“Konsep tangguh dan adaptif inilah yang ingin kami terapkan agar kebijakan di Balikpapan tidak lagi bersifat parsial atau sepotong-sepotong,” tegas Yudhi.

Saat ini, penyusunan peta jalan (roadmap) tersebut masih dalam tahap awal dengan melibatkan berbagai perangkat daerah terkait.

Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan hasil rekomendasi ini dapat segera diimplementasikan menjadi kebijakan konkret.

Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, warga Balikpapan dapat menikmati layanan air yang lebih stabil, berkelanjutan, dan bebas dari ancaman banjir saat curah hujan tinggi. (*)