TITIKNOL.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembentukan 30 ribu Koperasi Merah Putih di berbagai desa, termasuk kampung-kampung nelayan di seluruh Indonesia.
Koperasi tersebut dirancang menjadi pusat layanan ekonomi rakyat yang menyediakan akses pembiayaan serta distribusi kebutuhan pokok secara langsung dan lebih terjangkau.
Salah satu layanan utama yang akan dihadirkan adalah kredit berbunga rendah melalui skema super micro financing.
Program ini ditujukan untuk membantu nelayan dan pelaku usaha kecil agar tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
“Akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran rentenir. Kita akan beri bunganya yang sangat-sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka (nelayan),” kata Prabowo di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, negara harus hadir memberikan akses pembiayaan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jika pengusaha besar selama ini menikmati kemudahan akses modal, maka nelayan dan rakyat kecil juga berhak memperoleh kesempatan serupa.
Prabowo menegaskan, pemberdayaan nelayan menjadi prioritas agar kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat.
Ia menyebut banyak nelayan di wilayah terpencil yang selama ini belum tersentuh fasilitas pembiayaan yang memadai.
Selain pembiayaan, Koperasi Merah Putih juga akan difungsikan sebagai saluran distribusi berbagai barang subsidi bagi nelayan dan masyarakat desa.
Sistem ini diklaim lebih transparan untuk mencegah kebocoran anggaran.
“Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran,” ujarnya.
Pendanaan program ini bersumber dari Dana Desa yang telah digelontorkan pemerintah selama satu dekade terakhir.
Pemerintah kini mengarahkan pemanfaatan dana tersebut agar lebih terstruktur dan berdampak langsung melalui sistem koperasi desa. (*/)












