Bukan sembarang nasi kuning. Di Jalan Lambung Mangkurat, ada satu warung yang kalau bulan Ramadan porsinya makin ‘ugal-ugalan’ dan lauknya lengkap banget. Apa sih rahasia Nasi Kuning Ijay sampai punya pelanggan setia puluhan tahun?
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Hadirnya bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi pintu gerbang menjemput berkah ekonomi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Hal inilah yang dirasakan oleh Hikmah, pengelola usaha Nasi Kuning Ijay yang ikonik di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, Kalimantan Timur.
Eksis selama lebih dari 20 tahun, Nasi Kuning Ijay telah menjadi destinasi kuliner favorit warga lokal.
Memasuki Ramadan 2026, Hikmah mengaku melakukan berbagai penyesuaian strategi untuk melayani pelanggan setianya.
Jika biasanya nasi kuning identik dengan menu sarapan, selama bulan puasa Nasi Kuning Ijay menggeser jam operasionalnya.
“Kami buka mulai jam 17.00 WITA hingga pukul 00.00 malam. Berbeda dengan hari biasa yang melayani pelanggan dari sore sampai jam 12 siang keesokan harinya,” ujar Hikmah saat ditemui pada Senin (16/2/2026) malam.
Tak hanya soal jam buka, variasi lauk yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari:
- Lauk Utama:
Ayam goreng tepung, ayam bumbu, udang galah, telur dadar, usus, hati ayam/sapi, paru, hingga tongkol layang.
- Pelengkap Khas:
Teri kacang ebi, ikan asin asam manis, kikil, jengkol, hingga daging bumbu Bali.
- Harga:
Variatif mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 ke atas, tergantung kombinasi lauk yang dipilih pelanggan.
Primadona Berkhasiat Tinggi
Di antara puluhan lauk, ikan haruan (ikan gabus) tetap menjadi bintang utama.
Hikmah mengungkapkan bahwa menu favorit pelanggan adalah nasi kuning lauk ikan haruan karena rasa otentiknya dan manfaat kesehatannya.
“Ikan haruan dikenal kaya akan protein dan sangat baik untuk regenerasi sel tubuh serta membantu proses penyembuhan luka. Kami hanya menggunakan ikan haruan yang fresh (masih hidup), bukan ikan mati. Kebetulan suami saya punya kios ikan di pasar, jadi kualitasnya terjamin,” jelas Hikmah.
Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, Nasi Kuning Ijay juga melebarkan sayap dengan membuka stand di Pasar Ramadan GOR Segiri Samarinda.
Strategi menambah porsi dan gerai ini membuahkan hasil manis.
Dibantu oleh 8 orang karyawan, Hikmah mampu mengantongi omzet sekitar Rp8 juta per hari selama bulan Ramadan.
Angka ini melonjak signifikan dibandingkan hari biasa yang rata-rata berada di angka Rp5 juta per bulan.
Kisah Nasi Kuning Ijay membuktikan bahwa konsistensi rasa dan pemilihan bahan baku yang segar adalah kunci utama meraih Bisnis Cuan Ikan Haruan di Samarinda. (*)












