Nasional

INILAH Doa Buka Puasa Ramadan, Lengkap dengan Bahasa Arab dan Artinya

63
×

INILAH Doa Buka Puasa Ramadan, Lengkap dengan Bahasa Arab dan Artinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Puasa Ramadhan 2024 (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Doa buka puasa merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam saat waktu berbuka tiba setelah seharian menjalankan ibadah puasa.

‎Doa ini dibaca tepat sebelum atau sesaat setelah berbuka sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat, kekuatan, dan kesempatan yang diberikan dalam menyempurnakan puasa hari tersebut.

‎Isi ucapan doa sangat umum dan tidak terbatas selama doa tersebut mengandung makna kebaikan. Berikut beberapa doa buka puasa dikutip dari laman mui.or.id.

‎Doa Buka Puasa Ramadan 2026
‎Pertama, doa yang berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:

‎ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

‎(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)

‎Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)

‎Kedua, masih riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:

‎اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

‎(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)

‎Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)

‎Di masyarakat kita, doa ini ada tambahannya, dan ini tidak masalah. Sebab sekali lagi, doa tidak terbatas pada riwayat. Kita dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. Tambahan tersebut yakni:

‎اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

‎(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)

‎Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

‎Ketiga, riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:

‎الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ

‎(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)

‎Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)