TITIKNOL.ID, PENAJAM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang turun tajam menjadi sekitar Rp1,3 triliun mendorong pemerintah daerah mencari sumber penguatan ekonomi dari tingkat desa.
Bupati PPU Mudyat Noor, meminta pemerintah desa mengoptimalkan pemanfaatan dana desa, terutama untuk mendorong sektor pertanian yang dinilai paling cepat menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, APBD PPU tercatat berada di kisaran Rp2,44 triliun. Namun saat ini anggaran daerah menyusut hampir setengahnya.
“Walaupun ada keterbatasan anggaran, pengaruhnya tidak terlalu terasa di masyarakat. Tapi kita harus bijak memanfaatkan setiap sumber pembiayaan,” kata Mudyat saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Babulu, Minggu (9/3/2026).
Ia menegaskan dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus diarahkan ke program yang benar-benar berdampak langsung bagi warga, bukan sekadar kegiatan administratif.
Menurut dia, dengan kondisi APBD yang sebagian besar terserap untuk belanja rutin, desa memiliki peran penting dalam menjaga roda pembangunan dan ekonomi masyarakat.
“Dana desa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Programnya harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Mudyat juga menyoroti potensi besar sektor pertanian di Kecamatan Babulu.
Wilayah tersebut dinilai strategis sebagai kawasan penyangga pangan, terlebih dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Ia berharap lahan pertanian di Babulu terus dimaksimalkan dan tidak dibiarkan kosong.
“Jangan sampai ada lagi lahan yang kosong. Babulu punya potensi besar menjadi tulang punggung penyedia pangan bagi IKN,” ujarnya.
(TN01)












