Nasional

Prabowo Ingatkan Dampak Perang Timur Tengah, Minta Indonesia Siap Hadapi Potensi Kesulitan

75
×

Prabowo Ingatkan Dampak Perang Timur Tengah, Minta Indonesia Siap Hadapi Potensi Kesulitan

Sebarkan artikel ini
RAKORNAS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa rakyat Indonesia mendambakan hadirnya pemimpin yang jujur, adil, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, (foto: Youtube Setpres)

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi potensi kesulitan akibat situasi perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

‎Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul akibat kondisi geopolitik global tersebut.

‎“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar,” kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di seluruh wilayah Indonesia secara daring, Senin (9/3/2026).

‎Peresmian tersebut mencakup pembangunan jembatan di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil yang membutuhkan akses infrastruktur untuk menunjang mobilitas masyarakat.

‎Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pentingnya pengelolaan kekayaan dan potensi nasional secara lebih baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan rakyat.

‎Menurutnya, sumber daya yang dimiliki Indonesia sangat besar dan harus dikelola secara efektif agar mampu memperkuat ketahanan nasional.

‎“Dalam kesempatan ini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan,” ujarnya.

‎Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam memerangi praktik korupsi di semua tingkatan pemerintahan.

‎Ia menilai korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta kolusi dengan pengusaha yang tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kebocoran keuangan negara yang merugikan masyarakat.

‎“Kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara,” tegasnya. (*/)