KulinerTitiknol WiKu

Menyisir Jejak Tradisi di Pasar Pakot Lati Tuo, Oase Kuliner Tengah Rimba Mangrove Paser

12
×

Menyisir Jejak Tradisi di Pasar Pakot Lati Tuo, Oase Kuliner Tengah Rimba Mangrove Paser

Sebarkan artikel ini
Wisata Mangrove Lati Tuo di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Di sela-sela rimbunnya akar bakau, kini menyeruak aroma bumbu tradisional dan keriuhan hangat sebuah peradaban kecil bernama Pasar Pakot Lati Tuo. Resmi bersolek sejak Sabtu 28 Maret 2026, pasar yang mengusung konsep "Pasar Tumpah" ini bukan sekadar tempat bertransaksi. (HO/Pemkab Paser)

Kuliner yang ada di sini tidak ada di pasar lain. Semuanya dimasak langsung di tempat, segar, dan menonjolkan bahan-bahan lokal seperti sambal khas hingga minuman herbal dari tumbuhan sekitar

TITIKNOL.ID, TANA PASER – Ada yang berbeda saat kaki melangkah masuk ke kawasan Wisata Mangrove Lati Tuo di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Di sela-sela rimbunnya akar bakau, kini menyeruak aroma bumbu tradisional dan keriuhan hangat sebuah peradaban kecil bernama Pasar Pakot Lati Tuo.

Resmi bersolek sejak Sabtu 28 Maret 2026, pasar yang mengusung konsep “Pasar Tumpah” ini bukan sekadar tempat bertransaksi.

Ia adalah sebuah mesin waktu yang membawa pengunjung kembali ke pelukan budaya lokal Paser yang autentik, berpadu selaras dengan asrinya hutan bakau yang terjaga.

Uniknya, di sini lembaran rupiah seolah tak berlaku seketika.

Pengunjung diwajibkan menukarkan uang mereka dengan koin-koin berbahan kayu sebelum berburu kuliner.

Sistem transaksi kuno ini menjadi daya tarik magis yang membuat pengalaman berbelanja terasa begitu eksklusif dan emosional.

Suasana kian kental dengan kehadiran para pedagang yang bersahaja dalam balutan pakaian tradisional khas adat Paser.

Warna-warni kain dan senyum ramah warga setempat menciptakan harmoni visual yang indah di tengah hijau royo-royo hutan mangrove.

WISATA KULINER LOKAL – Wisata Mangrove Lati Tuo di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Di sela-sela rimbunnya akar bakau, kini menyeruak aroma bumbu tradisional dan keriuhan hangat sebuah peradaban kecil bernama Pasar Pakot Lati Tuo.

Resmi bersolek sejak Sabtu 28 Maret 2026, pasar yang mengusung konsep “Pasar Tumpah” ini bukan sekadar tempat bertransaksi. (Pemkab Paser)

Kuliner Langka dari Jantung Hutan Tua

Kepala Desa Klempang Sari, Sugiarto, menjelaskan bahwa “Pakot Lati Tuo” secara harfiah berarti Pasar Hutan Tua.

Nama ini bukan sekadar identitas, melainkan janji akan cita rasa yang jarang ditemui di tempat lain.

“Kuliner yang ada di sini tidak ada di pasar lain. Semuanya dimasak langsung di tempat, segar, dan menonjolkan bahan-bahan lokal seperti sambal khas hingga minuman herbal dari tumbuhan sekitar,” terang Sugiarto, Minggu (29/3/2026).

Baca Juga:   Jadwal Liga 1 Hari Ini, Borneo FC vs Madura United Live Indosiar

Beberapa hidangan bahkan menjadi primadona karena pengolahannya yang masih mempertahankan resep turun-temurun, memberikan sentuhan rasa yang jujur dan menggugah selera.

Inovasi yang lahir dari kolaborasi desa, Pokdarwis, dan pihak ketiga ini terbukti ampuh memikat ribuan pasang mata.

Dampaknya pun langsung terasa di kantong-kantong pelaku usaha kecil.

Isyanto, pemilik Bakpia Sari Berkah 99, mengaku kewalahan melayani pesanan.

“Alhamdulillah, penjualan meningkat dua kali lipat. Bahkan rata-rata produk UMKM sudah ludes terjual pada pukul 11.00 Wita meskipun stok sudah ditambah,” ungkapnya dengan rona bahagia.

Bagi Mas dan keluarga yang ingin merasakan atmosfer ini, Pasar Pakot Lati Tuo akan rutin hadir menyapa setiap Sabtu dan Minggu, serta pada hari-hari besar nasional.

Sebuah destinasi yang tak hanya mengenyangkan perut, tapi juga memanjakan mata dan merawat ingatan kita akan kekayaan budaya tanah Paser. 

(*)