Nasional

Harga BBM Non Subsidi Diprediksi Naik April 2026, Bisa Tembus Rp2.000 per Liter

8
×

Harga BBM Non Subsidi Diprediksi Naik April 2026, Bisa Tembus Rp2.000 per Liter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: pemerintah kembali berencana melakukan penghapusan BBM jenis pertalite yang ramai jadi perbincangan. (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi diperkirakan akan mengalami kenaikan mulai 1 April 2026 seiring tekanan harga minyak dunia yang masih tinggi.

‎Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memprediksi kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter.

‎Menurutnya, lonjakan beban kompensasi energi yang harus ditanggung pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penyesuaian harga tersebut.

‎Ia menilai, tanpa realokasi anggaran besar dalam APBN, selisih antara harga keekonomian dan harga jual BBM akan sulit ditutupi.

‎“APBN tanpa realokasi besar tidak mampu menanggung selisih harga keekonomian, atau risikonya Pertamina yang harus menanggung dengan kondisi arus kas yang tertekan,” ujarnya.

‎Selain itu, harga minyak dunia yang bertahan tinggi di kisaran US$90 hingga US$115 per barel turut memperbesar tekanan terhadap harga BBM domestik.

‎Bahkan pada awal pekan ini, harga minyak jenis Brent tercatat menyentuh US$116,6 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menembus US$102,88 per barel.

‎Bhima mengingatkan, kenaikan harga BBM berpotensi berdampak luas terhadap sektor ekonomi, termasuk memicu inflasi terutama pada komoditas pangan.

‎Ia memperkirakan inflasi bisa mencapai 6 hingga 7 persen pada April jika tidak ada langkah mitigasi yang kuat dari pemerintah.

‎Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di kisaran Rp16.970 per dolar juga menjadi faktor tambahan yang memperbesar tekanan harga BBM di dalam negeri. (*/)