TitiknolKaltara

Kaltara Siapkan Proyek Kereta Api Rp6,9 Triliun, Bidik Jadi Pusat Logistik Baru Indonesia

5
×

Kaltara Siapkan Proyek Kereta Api Rp6,9 Triliun, Bidik Jadi Pusat Logistik Baru Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Zainal A Paliwang menegaskan bahwa kereta api merupakan solusi transportasi paling efisien untuk mobilisasi hasil industri dan masyarakat

TITIKNOL.ID, KALTARA – Provinsi Kalimantan Utara bersiap melakukan lompatan besar dalam peta ekonomi nasional melalui proyek strategis pembangunan infrastruktur perkeretaapian.

‎Langkah ini diperkuat dalam pertemuan Gubernur Zainal A. Paliwang dengan calon investor di Jakarta pada 21 April 2026, yang menegaskan visi Kaltara sebagai pusat logistik masa depan Indonesia.

‎Dengan posisi geostrategis di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, Kaltara dinilai memiliki keunggulan sebagai gerbang utama perdagangan internasional sekaligus beranda depan NKRI.

‎Pengembangan Kawasan Industri Hijau (KIPI) Mangkupadi sebagai Proyek Strategis Nasional menjadi pendorong utama kebutuhan sistem transportasi yang efisien, masif, dan ramah lingkungan.

‎Zainal menegaskan bahwa moda kereta api menjadi solusi paling efektif untuk mendukung mobilisasi hasil industri dan masyarakat, sekaligus memperkuat rantai pasok menuju pelabuhan.

‎Selain meningkatkan efisiensi logistik, kehadiran kereta api juga diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mendukung mobilitas tenaga kerja melalui integrasi dengan transportasi udara.

‎Dari sisi lingkungan, proyek ini diproyeksikan dapat mengurangi kerusakan jalan, menekan angka kecelakaan, serta menurunkan emisi gas buang sejalan dengan konsep pembangunan hijau berkelanjutan.

‎Pemprov Kaltara memastikan proyek ini telah melalui perencanaan matang, mulai dari studi induk pada 2015, studi kelayakan tahun 2016, hingga Detail Engineering Design (DED) pada 2017.

‎Secara ekonomi, proyek ini dinilai prospektif dengan nilai NPV mencapai Rp1,57 triliun dan BCR 1,24.

Dengan kebutuhan investasi awal Rp6,98 triliun, pemerintah membuka peluang kerja sama melalui skema KPBU, konsesi jangka panjang, hingga pembiayaan campuran bagi investor domestik dan internasional. (*/)