TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat sektor pertanian melalui percepatan pembangunan infrastruktur irigasi guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan Aplikasi Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI) sebagai sarana pengajuan program irigasi daerah kepada pemerintah pusat.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR PPU, Weliam Yunior, mengatakan SIPURI menjadi jembatan penghubung antara pemerintah daerah dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dalam pengusulan rehabilitasi maupun pembangunan jaringan irigasi.
“Melalui aplikasi ini, usulan daerah dapat langsung terintegrasi dengan pemerintah pusat, sejalan dengan percepatan program swasembada pangan,” ujarnya, Rabu (14/05/2026).
Weliam menjelaskan, pada 2025 sejumlah program telah direalisasikan, di antaranya pembangunan empat unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Labangka Barat, Babulu Darat, Labangka, dan Rawa dengan nilai anggaran sekitar Rp8,5 miliar.
Selain itu, peningkatan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Waru juga telah dilaksanakan dengan anggaran Rp1,5 miliar.
Untuk 2026, pemerintah kembali merencanakan pembangunan lima titik JIAT di Desa Labangka, Gunung Mulia, Gunung Intan, dan Kelurahan Petung dengan total anggaran sekitar Rp10 miliar yang bersumber dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan BWS Kalimantan IV.
Pemkab PPU juga mengusulkan tambahan program irigasi senilai sekitar Rp53 miliar yang mencakup peningkatan jaringan irigasi di DI Waru, DI Babulu Darat, DI Rawa Labangka, dan DI Waru Masyarakat.
Selain pembangunan irigasi, program normalisasi Sungai Lawe-Lawe, Sungai Riko, dan Sungai Sesulu juga dijadwalkan mulai berjalan pada 2026.
Menurut Weliam, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur pertanian. (TN02)












