Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Proyek Abadi Masela, Minta Pembangunan Tak Lagi Tertunda

1
×

Presiden Prabowo Resmikan Proyek Abadi Masela, Minta Pembangunan Tak Lagi Tertunda

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto bersyukur pembangunan proyek liquefied natural gas (gas alam cair) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, resmi dimulai setelah mandek 28 tahun.

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Setelah tertunda selama hampir tiga dekade, proyek migas raksasa tersebut akhirnya memasuki tahap konstruksi.

‎Dalam peresmian yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/7/2026), Prabowo menyampaikan rasa syukur atas dimulainya proyek yang dinilai sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

‎”Saudara-saudara, pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras suatu bangsa, adalah perjalanan yang sangat jauh yang membutuhkan persatuan semua unsur, semua elemen. Dengan demikian, Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu,” ujar Prabowo.

‎Presiden menegaskan pembangunan proyek tersebut tidak boleh kembali mengalami hambatan.

Ia meminta seluruh pihak memastikan pekerjaan berjalan sesuai target agar dapat selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya.

‎”Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan. Dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegasnya.

‎Proyek LNG Abadi Masela berlokasi sekitar 170–180 kilometer di barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Proyek ini dikembangkan melalui skema Cost Recovery Production Sharing Contract (PSC) oleh INPEX Masela Ltd sebagai operator dengan kepemilikan saham 65 persen, bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) sebesar 20 persen dan Petronas sebesar 15 persen.

‎Nilai investasi proyek tersebut mencapai 20,9 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp340 triliun.

Nantinya, proyek ini ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan sekitar 35 ribu barel kondensat per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

‎Setelah melalui proses pengembangan sejak penandatanganan kontrak pada 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi.

Baca Juga:   Viral Usai Hadir di Istana Wapres, Doni Dituding Ojol Gadungan dan Diteror Warganet

Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target, sementara proses perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus dikebut menuju Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan tercapai pada akhir 2026. (*/)