SendawarTitiknolKaltim

Kesbangpol Kubar Edukasi Pemilih Pemula, Dorong Generasi Muda Cerdas dan Kritis

2
×

Kesbangpol Kubar Edukasi Pemilih Pemula, Dorong Generasi Muda Cerdas dan Kritis

Sebarkan artikel ini
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Barat menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula sebagai upaya menanamkan kesadaran berdemokrasi sekaligus membekali generasi muda agar menjadi pemilih yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab.

TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Barat menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di Gedung PKK Kecamatan Siluq Ngurai, Selasa (15/9/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah dalam menanamkan kesadaran berdemokrasi sekaligus membekali generasi muda agar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, mandiri, dan bertanggung jawab.

‎Mengusung tema “Peran Pemilih Muda dalam Menentukan Masa Depan Bangsa”, sosialisasi diikuti puluhan siswa dan siswi SMA/SMK se-Kecamatan Siluq Ngurai yang merupakan calon pemilih pemula.

‎Kegiatan dibuka Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Poldagri dan Ormas) Kesbangpol Kutai Barat, Aspiah Nur. Turut hadir Kasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Kecamatan Siluq Ngurai, Stefanus Doni.

‎Membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Aspiah Nur menyampaikan bahwa pemilih pemula memiliki posisi penting dalam menentukan arah perjalanan bangsa dan daerah.

‎Karena itu, generasi muda dinilai perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman politik yang baik sebelum menggunakan hak pilihnya.

‎Bupati menekankan, partisipasi politik tidak hanya dimaknai dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan memberikan hak pilih. Lebih dari itu, pemilih perlu memiliki kesadaran untuk menentukan pilihan secara cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.

‎Generasi muda juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, mereka diminta menolak praktik politik uang atau money politics yang dapat merusak kualitas demokrasi.

‎Pemilih pemula diharapkan mampu memahami berbagai informasi politik secara kritis sehingga dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang rasional.

‎Selain itu, Bupati mengajak generasi muda untuk tetap menghargai perbedaan pandangan dan pilihan politik. Perbedaan merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan tidak seharusnya menjadi penyebab perpecahan maupun permusuhan di tengah masyarakat.

‎Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong terbentuknya generasi muda yang berkualitas, berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, serta memahami kehidupan politik secara sehat dan demokratis.

‎Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan menghadirkan Rintar Pasaribu dan Dendi Hari Sulistio dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Barat, serta tenaga ahli DPRD Kabupaten Kutai Barat Johanes Don Bosco Bullor sebagai narasumber.

‎Melalui sosialisasi tersebut, para pelajar di Kecamatan Siluq Ngurai diharapkan tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai calon pemilih, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam menjaga kualitas demokrasi dengan menjadi pemilih yang cerdas, kritis, mandiri, dan bertanggung jawab. (*/)