PenajamTitiknolKaltim

Buka Workshop Hilirisasi Limbah Sawit, Bupati Mudyat Noor Bidik Peluang Usaha Baru bagi UMKM

155
×

Buka Workshop Hilirisasi Limbah Sawit, Bupati Mudyat Noor Bidik Peluang Usaha Baru bagi UMKM

Sebarkan artikel ini
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor mendorong pengelolaan limbah kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomi untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten PPU.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mendorong pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomi untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
‎
‎Hal tersebut disampaikan Mudyat saat membuka Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM Kabupaten PPU Tahun 2026 di Kantor Bupati PPU, Selasa (20/10/2026).
‎
‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sekitar 100 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, petani sawit, pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, anggota koperasi sawit, dan pemangku kepentingan lainnya.
‎
‎Dalam sambutannya, Mudyat menegaskan bahwa pengembangan sektor kelapa sawit tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah.

Potensi hasil samping dan limbah dari perkebunan maupun proses pengolahan sawit juga perlu dimanfaatkan secara optimal.
‎
‎Menurutnya, limbah sawit yang selama ini dipandang sebagai sisa produksi memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan tepat.

Pemanfaatannya dapat dikembangkan menjadi sumber energi terbarukan, bahan baku kerajinan, maupun berbagai produk turunan yang berpeluang dikelola oleh pelaku UMKM.
‎
‎“Melalui hilirisasi limbah sawit, kita berharap dapat menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah,” ujar Mudyat.
‎
‎Ia menjelaskan, pemanfaatan limbah sawit juga sejalan dengan penerapan green industry atau industri hijau yang mengedepankan efisiensi penggunaan sumber daya dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, sektor perkebunan sawit diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui inovasi pengolahan limbah.
‎
‎Mudyat berharap workshop tersebut tidak berhenti pada diskusi dan penyampaian materi, tetapi mampu menghasilkan gagasan serta rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti menjadi program berkelanjutan di Kabupaten PPU.
‎
‎Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, petani, pelaku UMKM, asosiasi, akademisi, dan berbagai pihak terkait.

Baca Juga:   Harum Tantang Bupati se-Indonesia Mandiri Fiskal, Dorong Digitalisasi dan Optimalisasi PAD

Ia juga berharap petani serta pelaku usaha kecil mendapat kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam rantai nilai industri kelapa sawit, termasuk melalui pengembangan produk berbahan dasar limbah.
‎
‎Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Yusuf Basra, mengatakan workshop tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM memanfaatkan peluang hilirisasi limbah sawit sebagai alternatif pengembangan usaha.
‎
‎“Pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah dapat membuka ruang inovasi, memperluas jenis usaha, dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ujarnya.
‎
‎Yusuf menambahkan, melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan memperoleh wawasan mengenai potensi pemanfaatan limbah sawit serta peluang pengembangan produk turunan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
‎
‎Menurutnya, pengembangan usaha berbasis limbah sawit juga memerlukan dukungan pelatihan, pendampingan, akses pemasaran, serta kemitraan dengan perusahaan perkebunan dan pihak terkait.

Dukungan tersebut penting agar produk yang dihasilkan memiliki peluang pasar dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan. (Adv/DiskominfoPPU)