Samarinda

Mendukung Pembangunan Ecomuseum Desa Budaya Pampang di Samarinda Kaltim

429
×

Mendukung Pembangunan Ecomuseum Desa Budaya Pampang di Samarinda Kaltim

Sebarkan artikel ini
ECOMUSEUM DI SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda memfasilitasi pembanguna Ecomuseum di Desa Budaya Pampang, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus mewakili Pemerintah Kota Samarinda dalam Syukuran Pasca-panen dan Hari Ulang Tahun ke 51 Desa Budaya Pampang pada Kamis 20 Juni 2024. (Instagram @pemkot.samarinda)

Pemkot Samarinda telah berkomitmen akan memfasilitasi pembangunan Ecomuseum, mengingat Desa Budaya Pampang saat ini telah menunjukkan diri menjadi destinasi wisata

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memfasilitasi pembanguna Ecomuseum di Desa Budaya Pampang, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur. 

Demikian dibeberkan oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus mewakili Pemerintah Kota Samarinda dalam Syukuran Pasca-panen dan Hari Ulang Tahun ke 51 Desa Budaya Pampang pada Kamis 20 Juni 2024.

Dia menegaskan, Pemkot Samarinda telah berkomitmen akan memfasilitasi pembangunan Ecomuseum, mengingat Desa Budaya Pampang saat ini telah menunjukkan diri menjadi destinasi wisata yang paling mudah diakses dari Ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

“ukup beralasan jika Desa Dayak ini dinobatkan sebagai salah satu aset unggulan wisata lokal, karena keberadaannya mampu menyedot wisatawan baik lokal maupun asing.

“Kami punya harapan, selain memiliki sarana yang ada saat ini, Desa Budaya Pampang harus memiliki fasilitas ecomuseum suku Dayak Kenyah, yang mengangkat nilai lokalitas, serta ditampilkan dalam bentuk ornamentasi bangunan struktur khas suku Dayak serta aktivitas ekologi yang ada dalam Ecomuseum,” ujar Sekda Hero dalam Instagram Pemkot Samarinda yang dikutip oleh Titiknol.id pada Minggu (23/6/2024). 

Hal ini bertujuan untuk, mengembangkan sebuah kawasan yang hidup, dimana dalam ecomuseum terdapat tiga tiga unsur yakni preservasi kebudayaan, pengelolaan yang melibatkan masyarakat lokal, serta fungsi alam dan tradisi sebagai sebuah museum.

Sehingga ketiga unsur ini harus seimbang dan saling terintegrasi.

Salah satu pembeda Desa Budaya Pampang dengan kawasan suku Dayak lainnya adalah, elemen pembentuk suasana khas yang heritage dan masih dipertahankan hingga saat ini.

Ecomuseum budaya ini penting karena bisa menjadi terjemahan dari pelestarian kebudayaan serta pemberdayaan masyarakat Suku Dayak Desa pampang.

Baca Juga:   Anhar: Skytrain sudah Seharusnya Direalisasikan

Sehingga terjadi keberlanjutan dalam wisata budaya, sehingga pariwisata mampu menjadi salah satu sektor pendorong Samarinda menjadi Kota Pusat Peradaban,” ujar Sekda Hero. (*)