SamarindaTitiknolKaltim

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud Minta Maaf, Tegaskan Tak Bermaksud Bandingkan Presiden

8
×

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud Minta Maaf, Tegaskan Tak Bermaksud Bandingkan Presiden

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim, Rudy Masud saat melakukan klarifikasi di akun media sosialnya (Tangkapan Layar - Instagram)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang sebelumnya dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat di publik.

‎Ia menegaskan tidak memiliki maksud untuk membawa atau membandingkan pihak mana pun, termasuk Presiden, dalam konteks yang tidak semestinya.

‎“Saya menegaskan bahwa tidak ada maksud sedikit pun untuk membawa atau membandingkan pihak mana pun dalam konteks yang tidak semestinya,” ujarnya.

‎Rudy juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas polemik yang terjadi akibat pernyataannya tersebut.

‎Ke depan, ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

‎Selain itu, ia menegaskan akan bekerja lebih teliti, peka, serta mengutamakan kepentingan masyarakat Kalimantan Timur dalam setiap kebijakan yang diambil.

‎“Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kami dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kaltim,” ucapnya.

‎Sebelumnya, Rudy juga sempat merespons aksi demonstrasi masyarakat dan mahasiswa Kalimantan Timur yang berlangsung pada 21 April lalu melalui video resmi berisi ucapan terima kasih.

‎Dalam aksi tersebut, massa menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah provinsi, termasuk pengadaan mobil mewah senilai Rp8,5 miliar, renovasi rumah dinas gubernur dan wakil gubernur sebesar Rp25 miliar, serta dugaan praktik nepotisme di lingkungan pemerintahan daerah.

‎Kronologi Sindir Presiden dan Sang Adik

Dalam pembelaan Rudy Mas’ud beberapa waktu lalu mengatakan pembelaannya bahwa penunjukan adiknya, Hijrah Masud, sebagai Wakil Ketua TAGUPP merupakan hak prerogatifnya dan membandingkan dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim.

‎“Sama, Pak Hashim juga begitu. Apa bedanya pak Hashim dengan bapak presiden, kan dia percayakan, itu memang hak prerogatif,” kata Rudy.

‎Pernyataan ini pun mendapatkan respon dan sejumlah kalangan dan publik menilai kesannya Rudy menyamakan dirinya dengan presiden.

Baca Juga:   KONI PPU Bakal Gelar Rakerda di Hotel Aqilah, Agenda Pertanggungjawaban dan Program Kerja 2026

Sementara hak prerogatif adalah hak istimewa atau kekuasaan khusus yang dimiliki oleh kepala negara dalam hal ini presiden. (*/)