TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Hasil pertanian untuk tanaman pangan dan holtikultura di Kalimantan Timur mengalami penurunan.
Pihak Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kaltim, Siti Farisyah Yana menuding ini karena penyebab perubahan iklim yang melanda Kalimantan Timur bahkan seluruh dunia, Kamis (10/10/2024).
Namun pihak Dinas Tanaman Pangan tidak berhenti pada mengeluh menurunnya produksi tanaman pangan.
Siti Farisyah menegaskan, dalam rangka untuk dongkrak hasil tanaman pangan di Kalimantan Timur memakai dua cara.
Apa saja cara yang dimaksud oleh Siti Farisyah tersebut?
Sejauh ini upaya yang telah dilakukan DTPH dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan dan holtikultura di Kalimantan Timur melalui program dua program yaitu:
- Antisipasi krisis air untuk irigasi pertania;
- dan meminimalisir serangan hama tanaman.
Dia mengakui, saat ini pertanian di Kalimantan Timur telah mengalami kekurangan air.
Oleh sebab itu mereka tengah menyiapkan mesin pompa untuk memaksimalkan irigasi sambil berupaya mengatasi hama.
“Karena perubahan iklim ini mengakibatkan tanaman mudah diserang hama. Tapi kita sudah bersiap untuk itu,” ujar Siti Farisyah.
Mengacu pada data BPS Kaltim 2024, disebutkan produksi padi Provinsi Kalimantan Timur tahun 2023 yaitu sebesar 226,97 ribu ton gabah kering giling (GKG) yang jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras Kalimantan Timur pada tahun 2023 mencapai sekitar 132,02 ribu ton atau turun sebesar 7,25 ribu ton (5,20 persen) dibandingkan dengan produksi beras 2022. (*)












