Nasional

Viral Konten Masak Rendang, Kesultanan Palembang Keluarkan Maklumat Kutuk Willie Salim

470
×

Viral Konten Masak Rendang, Kesultanan Palembang Keluarkan Maklumat Kutuk Willie Salim

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID – Sultan Palembang Darussalam, YM Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Muhammad Fauwas Diradja, mengeluarkan maklumat terkait konten kreator Willie Salim yang memasak rendang di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Konten tersebut dinilai telah membuat kegaduhan serta merusak citra dan nama baik warga Palembang.

“Kesultanan Palembang Darussalam mendesak Willie Salim untuk mengklarifikasi secara jujur dan meminta maaf kepada warga Palembang. Permintaan maaf itu harus dilakukan bukan hanya melalui media sosial, tetapi juga dalam rapat adat Kesultanan Darussalam,” tegas Sultan Palembang, Senin (24/3/2025).

Selain permintaan maaf, Sultan juga meminta Willie Salim menjalani tradisi adat tepung tawar sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Tradisi ini merupakan bagian dari budaya Melayu Palembang yang tertulis dalam kitab Undang-Undang Simbur Cahaya.

Sultan Palembang juga mendesak agar semua video terkait aksi memasak rendang dihapus dari seluruh platform media sosial, termasuk YouTube, Instagram, dan Facebook.

“Kami meminta Willie Salim untuk mencabut dan menghapus semua video yang mengandung hinaan dan bully terhadap tradisi masyarakat Palembang,” ujarnya.

Kesultanan juga menyatakan dukungannya terhadap gerakan masyarakat yang berencana membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

Sultan menegaskan bahwa langkah hukum dapat menjadi jalan penyelesaian bagi masyarakat yang merasa terhina oleh konten tersebut.

“Poin terakhir, apabila Willie Salim tidak mengindahkan maklumat ini, maka atas nama Kesultanan Palembang Darussalam, kami menyatakan kutukan terhadapnya dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang seumur hidup,” tegasnya.

Sementara itu, ulama kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) juga turut mengomentari kontroversi ini dalam Tabligh Akbar Tasyakuran RD-PS di Benteng Kuto Besak, Minggu (23/3/2025) malam.

UAS menilai bahwa konten tersebut berpotensi merendahkan nilai budaya masyarakat Palembang.

Baca Juga:   Catat! Juni 2025 Penuh Libur: Ada 2 Long Weekend Seru, Cocok untuk Liburan Keluarga

“Orang Palembang wajib menjaga dan mempertahankan harkat martabat dirinya. Konten masak rendang ini, menurut saya, adalah ‘rendang konspirasi’,” kata UAS di hadapan masyarakat.

UAS menjelaskan bahwa memasak rendang dalam jumlah besar, yakni 200 kilogram, bukan hal yang mudah.

Ia menegaskan bahwa rendang memerlukan waktu minimal empat jam untuk matang dengan api besar.

Jika proses memasak dilakukan dengan cara yang tidak benar, maka hal tersebut patut dipertanyakan.

Dengan maklumat dari Kesultanan dan pernyataan UAS, kasus ini semakin menjadi perhatian publik.

Warga Palembang pun menantikan bagaimana respons Willie Salim terhadap desakan yang telah disampaikan. (*)