Nasional

Harga BBM Turun per 1 April 2025, Pertalite Masih Jadi yang Termurah

567
×

Harga BBM Turun per 1 April 2025, Pertalite Masih Jadi yang Termurah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pertamina yang menjual bbm jenis pertalite

TITIKNOL.ID – Sejumlah badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia melakukan penyesuaian harga BBM sejak 1 April 2025.

Penurunan harga ini terjadi di hampir semua jenis BBM non-subsidi, seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia.

PT Vivo Energy Indonesia, misalnya, menurunkan harga produk BBM Revvo 90 dari Rp 13.200 menjadi Rp 12.800 per liter.

Produk ini memiliki nilai oktan (RON) 90 dan merupakan pesaing langsung Pertalite milik Pertamina.

Namun, harga Pertalite justru belum mengalami perubahan dan masih tetap di angka Rp 10.000 per liter.

Dengan demikian, Pertalite masih menjadi pilihan paling ekonomis di tengah turunnya harga BBM dari berbagai merek lainnya.

Pertamina sendiri juga menurunkan harga sejumlah produk BBM non-subsidi. Pertamax (RON 92) kini dijual Rp 12.500 per liter dari sebelumnya Rp 12.900.

Pertamax Green (RON 95) turun menjadi Rp 13.250 per liter dari Rp 13.700.

Penurunan juga terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98) yang kini dijual Rp 13.500 per liter, turun dari Rp 14.000.

Sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing turun Rp 700 menjadi Rp 13.600 dan Rp 13.900 per liter.

Hal serupa terjadi di SPBU Shell. Harga Shell Super (RON 92) kini menjadi Rp 12.920, Shell V-Power (RON 95) Rp 13.370, dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) turun ke Rp 13.550 per liter.

Shell V-Power Diesel pun turun menjadi Rp 14.060 per liter.

Di SPBU BP-AKR, harga BP 92 kini menjadi Rp 12.800, BP Ultimate (RON 95) Rp 13.370, dan BP Ultimate Diesel Rp 14.060 per liter.

Semua penurunan ini terpantau masih berlaku hingga 11 April 2025.

Baca Juga:   Distan PPU Terapkan Kalender Musim Tanam Jadi 3 Kali Setahun

Penyesuaian harga ini diharapkan mampu memberikan pilihan yang lebih kompetitif bagi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan bahan bakar yang tinggi usai libur Lebaran.

Meski demikian, Pertalite dengan harga subsidi masih menjadi primadona karena harganya yang lebih terjangkau.

Pemerintah pun terus memantau harga minyak dunia dan dampaknya terhadap harga BBM dalam negeri.

Dengan turunnya harga di berbagai SPBU, masyarakat diimbau tetap bijak dalam memilih bahan bakar sesuai kebutuhan dan spesifikasi kendaraan. (*)