Nasional

Viral Video Pria Paruh Baya Teriaki Perempuan dengan Sebutan Teroris, Korban Lapor Polisi

399
×

Viral Video Pria Paruh Baya Teriaki Perempuan dengan Sebutan Teroris, Korban Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video yang menampilkan seorang pria paruh baya meneriaki perempuan dengan sebutan teroris. Tidak hanya diteriaki, korban juga mengalami tindak pemukulan.(TikTok @sabyyna)

TITIKNOL.ID – Viral di media sosial belakangan ini sebuah video yang menampilkan seorang pria paruh baya meneriaki perempuan dengan sebutan teroris.

Kejadian ini diketahui terjadi di halte depan Taman Anggrek kawasan Jakarta Barat.

Video itu viral usai diunggah korban, Sabyyna, di Tiktok @sabyyna.

Unggahan ini pun telah dilihat 8,8 juta penonton dalam waktu dua hari.

Dalam video tersebut, dikatakan bahwa Sabyyna tak hanya diteriaki teroris.

Dirinya juga ditendang dan dipukul saat berada di bus Transjakarta yang sama dengan pria itu.

Tindakan tersebut diduga karena Sabyyna memiliki fisik seperti orang Arab.

“Hari ini aku dipukul and ditendang sama bapak-bapak ini di halte depan Taman Anggrek because of my looks yang kayak orang Arab. Diikutin dan diteriakin teroris,” tulis Sabyyna pada keterangan video yang diunggah akun TikTok miliknya, dikutip Minggu (1/6).

Sosok pria paruh baya itu juga tampak merekam dan meneriaki korban dengan sebutan teroris.

Tidak hanya dirinya yang diteriaki dan dipukul pria paruh baya itu, Sabyyna mengungkapkan bahwa petugas Transjakarta juga mengalami hal serupa.

Pria paruh baya itu memukul hingga menendang petugas Transjakarta yang berusaha menengahi.

Pelaku bahkan mengikuti Sabyyna sampai jalur menuju pintu masuk mal dari halte.

Meski demikian, dirinya bisa sampai dengan aman ke kantor tempat ia bekerja dengan ditemani oleh petugas Transjakarta.

“By the way, dia juga pukulin petugas Transjakarta yang jagain gue, tapi petugas Transjakarta super baik dan dia nemenin gue sampai ke depan kantor karena ternyata si kakek slay ini beneran nungguin aku di belokan tangga, kayanya mau peluk aku dari belakang ya,” tulisnya.

Sabyyna pun berupaya untuk meminta rekaman CCTV dalam bus dan halte sebagai bukti tindak kekerasan tersebut.

Namun, dirinya harus melakukan laporan ke polisi terlebih dahulu.

“Aku mau minta CCTV pas pemukulan tapi pas tanya petugas ternyata harus lapor polisi dulu ya, sedangkan gue harus kerja and have no time. Tapi semua kerekam jelas dari CCTV bus yang aku naikin. Btw dia juga mukulin petugas TJ yang jagain gue,” ungkap Sabyyna.

Sabyyna kini telah melaporkan tindak kekerasan itu ke Polsek Grogol Petamburan dan kini dalam proses.(*)