TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Ibu Kota Negara Republik Indonesia dipindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang bernama Ibu Kota Nusantara.
Saat pindah ini, dilengkapi dengan beragam fasilitas dan infrastruktur, di antaranya ialah rumah ibadah.
Dalam kesempatannya, Wapres Gibran Rakabuming Raka, didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melakukan kunjungan ke IKN Nusantara.
Wapres Gibran meninjau beberapa proyek pembangunan di IKN Nusantara, satu di antaranya ialah Masjid Negara IKN pada Rabu 28 Mei 2025.
Keberadaan Masjid Negara IKN tersebut, nantinya seakan sebagai pengganti Masjid Istiqlal Jakarta. Di Ibu Kota Nusantara punya masjid yang besar dan megah.
Dalam pembangunan Masjid Negara IKN ini mengalami 2 rintangan, yang membuat penyelesaian sedikit meleset, tidak bisa selesai dalam waktu segera.
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu proyek ikonik dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Dirancang sebagai simbol kerukunan dan kemajemukan bangsa Indonesia, masjid ini mengusung desain futuristik dengan konsep green building.
Meski mengalami tantangan seperti revisi desain dan kendala teknis, progres pembangunannya terus dikebut.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menuturkan, Masjid Negara masuk dalam Pembangunan tempat peribadatan Tahap I. Saat ini, progresnya telah mencapai 60 persen.
“Kami targetkan, Tahap I selesai pada tahun ini. Selanjutnya akan dibangun juga Basilika dan Gereja Katolik,” ujar Basuki.
Sejarah Bermula hingga Rintangannya
Pembangunan Masjid Negara IKN dimulai dengan groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Januari 2024.
Dan kini memasuki tahun 2025, telah menunjukkan kemajuan signifikan.
Hingga Mei 2025, progres konstruksi mencapai 60 persen,
DUA RINTANGAN
Pengerjaan Pembangunan Masjid IKN meleset karena 2 Rintangan:
- Akibat revisi desain;
- Akibat masalah teknis seperti kondisi tanah dan cuaca.
Awalnya, masjid ini ditargetkan selesai pada Desember 2024, namun karena ada revisi desain demi meningkatkan kapasitas dari 20.000 orang menjadi 50.000 sampai 61.000 jemaah serta kendala teknis hujan deras menyebabkan perpanjangan jadwal hingga tahun 2025.
Namun, pada Maret 2025, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di masjid ini dibatalkan karena risiko tinggi pada pekerjaan struktur atap dan menara, serta aksesibilitas yang belum memadai.
Saat ini, fokus pembangunan adalah menyelesaikan struktur utama dan infrastruktur pendukung seperti lahan parkir dan akses jalan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Kontrak pembangunan telah diperpanjang hingga Juni 2025 untuk memastikan kualitas dan fungsi masjid sesuai standar.
Desain Tidak Hanya Estetis
Masjid Negara IKN, yang dirancang oleh Nyoman Nuarta bersama Head of Studio 3 Alien Design Consultant Prasetyo Condro Gumilar, memiliki kubah berbentuk sorban yang menjadi ciri khasnya.
Desain ini tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional, dengan pintu-pintu yang mengakomodasi arah angin untuk menjaga sirkulasi udara segar dan mengeluarkan udara panas melalui puncak kubah.
Masjid Negara IKN ini berdiri di lahan seluas 32.125 meter persegi dengan luas bangunan 61.596 meter persegi.
Masjid ini dilengkapi fasilitas modern seperti:
- Area komersial (2.212 meter persegi);
- Bangunan penunjang (727 meter persegi);
- Kolam retensi (123.502 meter persegi);
- serta fasilitas parkir untuk VVIP, penyandang disabilitas, dan bus.
Proyek ini menggunakan material ramah lingkungan, minim limbah konstruksi, dan mempertahankan pohon besar untuk penghijauan kawasan.
Masjid ini juga dikelilingi air dan embung, menambah keindahan estetika dan mendukung konsep green city IKN Nusantara.
Pembangunan Masjid Negara IKN, yang menelan biaya Rp940 miliar. Dana diambil dari APBN.
Pengerjaan proyek dilaksanakan oleh PT Adhi Karya Tbk dan PT Hutama Karya melalui skema Kerjasama Operasi (KSO).
Untuk memastikan kualitas, proyek ini menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM) dan struktur pracetak untuk efisiensi dan ketepatan waktu. (*)










