Olahraga

Piala Presiden 2025 Dimulai 6 Juli, Dimeriahkan Klub Luar Negeri

408
×

Piala Presiden 2025 Dimulai 6 Juli, Dimeriahkan Klub Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
PIALA PRESIDEN 2025 - Hajatan pesta sepak bola Piala Presiden 2025 bisa dikatakan termewah dibandingkan event sebelumnya karena mengundang tim dari luar negeri. Piala Presiden 2025 kemungkinan akan dimulai pada pertengahan tahun 2025, sebelum bergulirnya musim kompetisi Liga 1 2025/2026. (HO/PSSI)

TITIKNOL.ID — Turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia, Piala Presiden 2025, dipastikan kembali digelar mulai 6 Juli mendatang.

Tidak hanya menghadirkan klub-klub lokal, tahun ini ajang ini juga akan diikuti dua klub internasional: Port FC dari Thailand dan Oxford United dari Inggris.

Kabar tersebut diumumkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Hadir pula Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, yang memastikan turnamen tetap menggunakan skema pendanaan swasta murni tanpa dana APBN maupun sponsor BUMN.

“Alhamdulillah, Piala Presiden kembali bergulir. Ini tahun yang spesial karena turut mendapat dukungan langsung dari Presiden RI yang juga Dewan Kehormatan PSSI. Beliau sangat mencintai sepakbola dan komitmen pada kemajuan olahraga ini,” ujar Erick Thohir.

Yang membuat edisi 2025 ini berbeda, kata Erick, adalah keikutsertaan dua klub luar negeri sebagai bentuk apresiasi kepada klub-klub asing yang mulai memberi perhatian besar terhadap pengembangan talenta sepakbola Indonesia.

“Mereka berinvestasi di pemain kita, dan kita ingin jaga relasi baik ini,” tambahnya.

Selain Port FC dan Oxford United, terdapat empat tim nasional yang turut ambil bagian.

Yakni Arema FC (juara bertahan), Persib Bandung dan Dewa United (peringkat satu dan dua Liga 1), serta tim khusus Indonesia All Star yang berisi para pemain bintang dari kompetisi domestik.

“Pemilihan tim-tim ini dilakukan secara profesional. Tim All Star akan mengakomodasi pemain-pemain terbaik yang performanya menonjol di liga,” kata Erick.

Ia berharap kehadiran klub luar dan pemain lokal terbaik bisa meningkatkan kualitas pramusim dan daya tarik publik.

Sementara itu, Maruarar Sirait memastikan bahwa Piala Presiden 2025 tetap tanpa pendanaan negara.

Baca Juga:   Dukung Festival Kebudayaan, Pj Bupati PPU: Warisan Budaya Perlu Dikembangkan

“Tidak ada APBN, tidak ada BUMN, tidak ada sponsor dari pemerintah. Ini komitmen kami sejak awal: olahraga harus tumbuh sebagai industri mandiri,” tegasnya.

Menurutnya, sudah ada minimal lima sponsor yang mengonfirmasi dukungan. Total nilai sponsor mencapai Rp50 miliar.

“Untuk hadiah, juara pertama mendapat Rp5,5 miliar, runner-up Rp3 miliar, juara tiga Rp2 miliar, dan peringkat empat Rp1 miliar,” lanjut Maruarar.

Selain hadiah utama, panitia juga akan memberikan penghargaan individu dan kolektif, seperti pemain terbaik, top skor, serta suporter terbaik.

Ini sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh elemen yang berkontribusi dalam suksesnya turnamen akbar ini. (*)