Titiknol WiKu

Sifilis di Indonesia Capai 23.347 Kasus, Yuk Kenali Penyebab Penyakit Raja Singa

396
×

Sifilis di Indonesia Capai 23.347 Kasus, Yuk Kenali Penyebab Penyakit Raja Singa

Sebarkan artikel ini
Sifilis di Indonesia mencapai 23.347 kasus. Sifilis bukan cuma soal gaya hidup tapi faktornya bisa beragam, dan siapa saja bisa terinfeksi. Lantas, apa saja penyebabnya?(Freepik)

TITIKNOL.ID – Kasus sifilis di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2024 kasus sifilis di Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, kasus sifilis di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 23.347 kasus.

Sifilis ini merupakan penyakit yang termasuk infeksi menular seksual (IMS).

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Sayangnya, masih banyak yang salah paham.

Sifilis bukan cuma soal gaya hidup tapi faktornya bisa beragam, dan siapa saja bisa terinfeksi.

Kalau nggak ditangani sejak awal, penyakit ini bisa menyebar dan berdampak pada organ tubuh lainnya.

Oleh karena itu, yuk kenali penyakit sifilis!

Dikutip dari www.siloamhospitals.com, raja singa atau sifilis dapat memengaruhi berbagai organ tubuh dan memiliki beberapa tahap perburukan kondisi.

Umumnya, sifilis adalah penyakit yang diawali dengan luka di sekitar alat kelamin, dubur, ataupun mulut.

Awal kemunculan luka tersebut cenderung tidak disertai dengan rasa nyeri.

Karena lukanya tidak terasa nyeri, sifilis kadang tidak langsung disadari oleh penderitanya.

Walau begitu, penderita sifilis tersebut tetap bisa menularkan infeksinya ke orang lain.

Apabila tidak ditangani dengan segera, sifilis berisiko menyebabkan komplikasi penyakit lain, seperti kerusakan jantung, tumor, infeksi HIV, dan gangguan kehamilan serta persalinan bagi ibu hamil.

Penyebab Sifilis
 
Bakteri yang dapat menyebabkan penyakit sifilis adalah jenis Treponema pallidum.

Bakteri tersebut menginfeksi tubuh manusia melalui luka di alat kelamin, anus, bibir, maupun mulut. 

Penularan sifilis sendiri dipicu oleh aktivitas seksual yang dilakukan oleh penderitanya, seperti penetrasi, seks oral, atau seks anal.

Namun, risiko penularan sifilis dapat dicegah menggunakan alat pengaman, seperti kondom, saat melakukan aktivitas seksual.

Selain itu, sifilis adalah penyakit yang juga berpotensi ditularkan dari ibu penderita ke bayinya.

Sifilis bawaan pada bayi baru lahir disebut dengan istilah sifilis kongenital.

Kondisi sifilis kongenital pada bayi dapat dikurangi risikonya dengan mengobati penyakit tersebut sebelum ibu hamil memasuki umur kehamilan 4 bulan.(*)