Penajam

Bupati PPU Mudyat Noor Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029, Perkuat Fondasi Transformasi Daerah Menuju Indonesia Emas

322
×

Bupati PPU Mudyat Noor Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029, Perkuat Fondasi Transformasi Daerah Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor membuka musrembang RPJMD 2025-2029 dengan fokus penguatan fondasi transformasi daerah

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memulai tahapan perencanaan pembangunan jangka menengah lima tahun ke depan.

Hal ini ditandai dengan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten PPU Tahun 2025–2029 oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, di Aula Lantai III Kantor Bupati, Kilometer 09 Nipah-Nipah, Selasa (14/06/2025).

‎Kegiatan strategis ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari pimpinan SKPD, perwakilan BUMD, sektor perbankan, perusahaan swasta, hingga elemen masyarakat seperti LSM, organisasi pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak pemangku kepentingan lainnya.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Perencanaan dan Pertanahan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Sekretaris Daerah PPU Tohar, Anggota DPRD PPU Sujiati, perwakilan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

‎Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor menekankan bahwa pelaksanaan Musrenbang RPJMD ini merupakan amanat konstitusi dan bagian dari proses sistem perencanaan nasional yang harus dilaksanakan setiap lima tahun.

Ia menyebut forum ini sebagai momen krusial untuk menyelaraskan visi, misi, arah kebijakan, dan program prioritas pembangunan daerah.

‎“Melalui Musrenbang ini kita berharap mampu mempertajam substansi serta arah kebijakan pembangunan agar benar-benar menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat PPU selama lima tahun ke depan,” tegas Mudyat Noor.

‎Menurutnya, penyusunan RPJMD 2025–2029 tidak hanya menjadi bagian dari siklus rutin pembangunan daerah, tetapi juga momentum memperkuat fondasi transformasi menuju daerah yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah perubahan dinamika nasional dan global.

‎Ia menambahkan, sebagai wilayah yang menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten PPU dituntut untuk bersiap menghadapi lonjakan kebutuhan pelayanan, infrastruktur, serta percepatan ekonomi yang inklusif.

‎”Musrenbang ini adalah bagian dari kontribusi nyata daerah dalam menyukseskan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, kita semua harus bergerak bersama, menyatukan visi dan energi untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

‎Bupati Mudyat Noor juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam proses perencanaan pembangunan.

Baca Juga:   Kerusakan Tanggul, Produksi Tambak di PPU Merosot

Ia menegaskan pentingnya partisipasi publik agar kebijakan dan program yang disusun benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan berbasis data serta kebutuhan nyata di lapangan. (Advertorial/Humas6)