TITIKNOL.ID, PENAJAM – Produksi perikanan dari sektor tambak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai belum mampu memberikan hasil yang maksimal.
Hal ini lantaran ribuan hektare lahan tambak yang ada masih belum cukup produktif.
Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar Mulyadi menjelaskan berbagai faktor menjadi sebab mengapa lahan tambak tersebut tidak produktif.
“Tambak yang tidak produktif sebagian besar berada di wilayah pesisir. Penyebabnya, pematang tambak banyak rusak karena abrasi yang terus-menerus menerjang wilayah itu,” kata Musakkar, Senin (23/6/2025).
Ia menyebutkan abrasi membuat tanggul kecil yang dibangun disekitaran tambak mengalami pengikisan hingga akhirnya jebol.
Masuknya air laut ke dalam tambak, merusak kolam dan mengganggu ekosistem tambak. Akibatnya, ikan yang dibudidaya mati secara massal yang pada akhirnya petambak alami kerugian besar karena gagal panen.
“Seperti di wilayah Babulu, tambak disana luas tetapi tidak cukup produktif. Beberapa drainase juga mengalami penyumbatan sehingga pengelolaan air untuk tambak menjadi sulit,” jelas Musakkar.
Dinas Perikanan PPU mencatat total keseluruhan lahan tambak tidak produktif di PPU mencapai 5.294 hektare (Ha).
Musakkar menambahkan, untuk membuat tambak-tambak kembali produktif, pihaknya akan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk perbaikan kanalnya.
“Mengingat anggaran kita minim sekali, upaya kami adalah meminta bantuan Provinsi. Pokdakan saat ini tengah menyusun proposal untuk itu. Kita sangat berharap, ribuan tambak kita itu bisa produktif kembali,” kata dia.
Menurutnya, setelah melakukan penataan ulang dan semua tantangan dapat teratasi, tambak-tambak tang sebelumnya tidak produktif sangat memungkinkan aktif kembali.
“Kalau tanggul, kanal dan pengairannya sudah diperbaiki, insyaallah tambak-tambak itu bisa difungsikan kembali, artinya produktif lagi,” ucapnya.
(TN01)












