TITIKNOL.ID – Dunia maya dihebohkan dengan tren “aura farming”, sebuah istilah yang melejit setelah video tarian seorang bocah di ujung perahu panjang saat festival Pacu Jalur viral di TikTok.
Tarian itu diiringi lagu Young Black & Rich oleh Melly Mike dan diberi label “Aura Farming 100/10”.
Aksi bocah itu memancarkan gaya unik dan percaya diri, hingga membuat istilah “aura farming” menyebar luas dan dijadikan bahan parodi oleh selebritas serta kreator konten dari berbagai negara.
Bahkan klub-klub olahraga ternama seperti Paris Saint-Germain (PSG) ikut menirukan gaya selebrasi ala bocah Pacu Jalur tersebut.
Secara harfiah, “aura farming” berarti ‘bertani aura’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aura merupakan energi yang terpancar dari seseorang.
Namun dalam konteks budaya pop Gen Z dan Gen Alpha, istilah ini berarti memancarkan pesona atau “vibe” keren tanpa usaha berlebihan.
Fenomena ini bermula dari penampilan aktor Timothée Chalamet di film Dune sebagai Paul Atreides, karakter yang dianggap memancarkan aura kepemimpinan secara alami.
Istilah “aura farming” pun lahir sebagai bentuk ekspresi kekuatan personalitas tanpa paksaan.
Dalam dunia video game seperti World of Warcraft, Fortnite, atau Elden Ring, istilah farming merujuk pada aktivitas mengulang suatu tindakan untuk mengumpulkan item atau poin.
“Aura farming” kemudian diartikan sebagai gaya yang konsisten keren hingga jadi sumber kekuatan simbolik.
Menariknya, tren ini membawa budaya lokal Pacu Jalur dari Riau ke panggung global.
Pacu Jalur sendiri adalah tradisi mendayung perahu panjang dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang sudah ada sejak abad ke-17 dan berkembang menjadi festival budaya tahunan.
Nama “Pacu Jalur” berasal dari kata ‘pacu’ (lomba) dan ‘jalur’ (perahu panjang dari kayu utuh).
Tradisi ini awalnya digunakan untuk transportasi, lalu dihias dan dipertandingkan saat perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Idul Fitri.
Kini, berkat viralnya “aura farming”, budaya Pacu Jalur tak hanya menjadi simbol lokal, tapi juga menjadi inspirasi global yang menunjukkan kekuatan ekspresi budaya anak negeri.
Tanpa diduga, satu gerakan sederhana bocah Indonesia berhasil menembus batas dunia digital internasional. (*/)










