TITIKNOL.ID, PENAJAM – Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini punya harapan baru untuk meningkatkan hasil panen.
Empat unit irigasi perpompaan bantuan Kementerian Pertanian disiapkan di sejumlah titik untuk menunjang musim tanam ketiga (MT 3) sekaligus mengantisipasi kekeringan yang kerap menghambat produktivitas.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan irigasi perpompaan tersebut ditempatkan di Waru, Bangun Mulya, Babulu Darat, dan Labangka Barat.
Sistemnya memanfaatkan air permukaan, seperti sungai kecil, yang disedot untuk mengaliri lahan sawah.
“Syaratnya memang harus ada sumber air permukaan yang bisa dipompa,” kata Gunawan, Minggu (10/8/2025).
Ia menyebut, irigasi perpompaan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena kondisi kemarau saat ini masih tergolong basah, sehingga pompa hanya dioperasikan sesekali ketika terjadi kekeringan.
“Kalau sekarang belum dimanfaatkan, nanti kalau kemarau panjang. Kita belum tau persis, sekarang ini kan kemarau basah. Jadi penggunaannya hanya sesekali ketika terjadi kekeringan,” jelasnya.
Kondisi keterbatasan air menjadi salah satu faktor rendahnya hasil panen di beberapa wilayah.
Misalnya saja di Labangka Barat, hasil panen padi pada musim tanam sebelumnya hanya mencapai 3-4 ton per hektare, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,5 ton per hektare.
“Kalau pasokan air tidak stabil, tanaman padi akan terhambat pertumbuhannya, dan hasilnya pasti turun. Dengan adanya pompa ini, saat musim kering tiba petani tetap bisa mengairi sawahnya,” terangnya.
Gunawan berharap, irigasi perpompaan bisa digunakan maksimal saat musim tanam ketiga, yang biasanya paling rawan kekurangan air.
“Fungsinya tidak hanya mengatasi kekurangan air di musim kering, tapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan hasil panen,” kata Gunawan.
(TN01)












