TitiknolKaltara

Penyaluran KUR di Kaltara Capai Rp578,5 Miliar, Dorong UMKM Jadi Motor Ekonomi Daerah

139
×

Penyaluran KUR di Kaltara Capai Rp578,5 Miliar, Dorong UMKM Jadi Motor Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Perbankan dan lembaga pembiayaan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah

TITIKNOL.ID, KALTARA – Perbankan dan lembaga pembiayaan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pemerintah Pusat.

‎Per Oktober 2025, total penyaluran KUR di Kaltara telah mencapai angka impresif Rp578,5 miliar dengan menjangkau 7.241 debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

‎Capaian ini menjadi catatan penting di tengah pelaksanaan Akad Massal KUR Nasional yang melibatkan 800.000 debitur di seluruh Indonesia.

‎Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH., M.Hum, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran vital sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

‎“UMKM memiliki peran sentral dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya usai mengikuti acara akad massal secara virtual dari Tanjung Selor, Selasa (21/10/2025).

‎Berdasarkan analisis data penyaluran KUR, Kabupaten Nunukan mencatat realisasi tertinggi dengan nilai Rp231,9 miliar atau 40,08 persen dari total penyaluran di Kaltara.

‎Sementara itu, Kabupaten Tana Tidung menjadi wilayah dengan realisasi terendah, yakni Rp14,6 miliar atau sekitar 2,53 persen.

‎Dari sisi skema pembiayaan, KUR Mikro mendominasi penyaluran dengan total Rp303 miliar kepada 6.039 debitur atau 52,4 persen.

‎Sementara KUR Kecil menyumbang Rp273,9 miliar atau 47,35 persen yang disalurkan kepada 1.044 debitur. Hal ini menunjukkan tingginya dukungan perbankan terhadap usaha berskala kecil dan mikro.

‎Sektor Perdagangan Besar dan Eceran tercatat sebagai penerima KUR terbesar dengan total Rp254,7 miliar atau sekitar 44 persen dari total penyaluran.

‎Fakta ini menggambarkan tingginya aktivitas perdagangan dan perputaran ekonomi di provinsi termuda di Indonesia tersebut.

‎Gubernur Zainal juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM, terutama keterbatasan akses informasi dan permodalan.

‎Ia menilai sosialisasi program pembiayaan perlu terus diperluas agar manfaat KUR dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Kaltara.

‎Kegiatan akad massal yang digelar serentak di seluruh Indonesia itu berpusat di Surabaya dan dihadiri langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koperasi dan UMKM Maman Abdurahman, serta Menteri Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.

‎Kegiatan ini menegaskan posisi KUR sebagai salah satu program unggulan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

‎Selain penguatan UMKM, pemerintah juga meluncurkan program KUR Sektor Perumahan senilai Rp130 triliun dan KUR untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga Rp100 juta tanpa agunan.

‎Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan pembiayaan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (*/)