MahuluTitiknolKaltim

Koperasi Merah Putih Mamahak Besar di Mahulu Tertahan, Tunggu Lampu Hijau Program dan Kesehatan

134
×

Koperasi Merah Putih Mamahak Besar di Mahulu Tertahan, Tunggu Lampu Hijau Program dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Koperasi Merah Putih Mahakam Ulu. Pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kampung Mamahak Besar, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur telah memasuki babak awal, namun operasionalnya belum berjalan maksimal.

TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kampung Mamahak Besar, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur telah memasuki babak awal, namun operasionalnya belum berjalan maksimal.

Kendala utama adalah masih menunggu arahan dan komando lebih lanjut untuk memulai program.

Petinggi Kampung Mamahak Besar, Alfonsius Lawing, menjelaskan bahwa secara struktur, Koperasi Merah Putih sudah siap. 

“Struktur organisasi sudah terbentuk dan perizinan Administrasi Hukum Umum (AHU) sudah kita kantongi,” ujar Lawing di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Sabtu (1/11/2025).

Meski demikian, Lawing mengakui belum ada kegiatan nyata karena masih menanti instruksi.

“Anggaran pun belum kita siapkan, kita memang masih menunggu arahan,” tambahnya.

Kendala Koordinasi dan Sosialisasi

Salah satu faktor lain yang memperlambat adalah kondisi kesehatan Ketua Koperasi yang sedang berada di Samarinda.

“Untuk sementara ini karena Pak Ketua lagi kurang sehat, jadi kami belum bisa berkoordinasi. Padahal, arahan dari pemerintah sebenarnya harus kita kejar ini,” ujarnya.

Selain itu, kendala utama adalah minimnya sosialisasi. Saat ini, belum semua warga mendaftar sebagai anggota.

Lawing menilai hal ini disebabkan warga belum sepenuhnya paham mengenai sistem dan tujuan Koperasi Merah Putih.

“Keanggotaan yang minim disebabkan belum adanya sosialisasi mengenai pemahaman tentang sistem dari Koperasi Merah Putih tersebut,” terangnya.

Meskipun demikian, Lawing tetap optimis. Pihaknya berkomitmen penuh untuk segera menjalankan program prioritas sesuai arahan pemerintah pusat, seperti pengadaan tabung dan pembangunan gudang.

“Kalau informasinya dari pemerintah kabupaten belum turun, kita akan mengacu langsung pada regulasi pusat,” tegasnya.

Lawing yakin masyarakat Mamahak Besar akan menerima KMP dengan baik karena sudah akrab dengan sistem koperasi, contohnya melalui Kredit Union.

Baca Juga:   3 Ormas Besar di Balikpapan Kaltim Dievaluasi, Berpotensi Munculkan Keresahan

Namun, ia menyadari tantangan terbesar adalah membangun kembali kepercayaan. Warga kerap langsung teringat dengan pengalaman koperasi di masa lampau yang mungkin memiliki sistem berbeda.

“Sangat penting bagi masyarakat mendapatkan sosialisasi agar paham tentang Koperasi Merah Putih serta tujuannya,” katanya.

Lawing berharap besar, KMP dapat menjadi semangat baru untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Harapan kami dengan KMP ini bisa menjadi penyemangat, kegiatan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di kampung-kampung,” pungkasnya. (*)