SamarindaTitiknolKaltim

Samarinda Targetkan Seluruh Insinerator Rampung Januari 2026, Solusi Tekan Beban TPA

66
×

Samarinda Targetkan Seluruh Insinerator Rampung Januari 2026, Solusi Tekan Beban TPA

Sebarkan artikel ini
KELOLA SAMPAH SAMARINDA - Pengolahan sampah di Samarinda, Kalimantan Timur. Kota Samarinda sediakan insenerator.

Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan kesiapan pengoperasikan teknologi insinerator sebagai solusi ramah lingkungan untuk memangkas volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan kesiapan pengoperasian teknologi insinerator sebagai solusi ramah lingkungan untuk memangkas volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hingga awal Januari 2026, tujuh dari sepuluh unit insinerator dilaporkan telah rampung 100 persen.

Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparudin, memastikan bahwa progres fisik proyek ini menunjukkan hasil yang signifikan.

Saat ini, tiga titik lainnya yakni di Kelurahan Baka, Handil Bakti, dan Tani Aman, sedang dalam tahap penyelesaian dengan progres berkisar 60–70 persen.

Kendala di tiga titik tersisa lebih bersifat non-teknis, seperti pembebasan lahan dan penyesuaian isu sosial di lingkungan sekitar.

“Kami optimis dalam satu hingga dua minggu ke depan seluruhnya rampung,” ujar Syaparudin saat meninjau lapangan, Sabtu (10/1/2026).

Selain merampungkan unit mesin, Pemkot Samarinda juga memprioritaskan perbaikan akses jalan menuju lokasi insinerator.

Pasalnya, beberapa titik memiliki jarak yang cukup jauh dari jalan utama, seperti di Tani Aman yang mencapai 400 meter.

Untuk menjamin kelancaran operasional truk sampah, langkah taktis segera diambil.

“Dalam jangka pendek, kami meminta Dinas Bina Marga melakukan pengerasan jalan dengan batu agar truk sampah bisa masuk tanpa hambatan. Pengecoran permanen akan menyusul sesuai dengan ketersediaan anggaran daerah,” tambahnya.

Menyiapkan Keamanan Kerja

Sejalan dengan kesiapan infrastruktur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mulai membekali sumber daya manusia (SDM) dengan keahlian khusus.

Mengingat insinerator bekerja pada suhu ekstrem antara 800 hingga 1.000 derajat Celcius, faktor keselamatan menjadi prioritas utama.

Baca Juga:   Mendeteksi Benda yang Diduga Ranjau Bekas Perang Dunia II di Balikpapan Kaltim

Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 24 peserta dari total kebutuhan 72 operator tengah menjalani pelatihan teknis.

Mereka dibekali pengetahuan mengenai operasional mesin, pemeliharaan rutin, hingga standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kami juga sudah menyiapkan bahan pemicu pembakaran seperti kayu dan kertas untuk tahap uji coba. Pelatihan dilakukan bertahap, termasuk praktik lapangan di kawasan Polder Air Hitam,” kata Suwarso.

Kehadiran insinerator ini diproyeksikan menjadi jawaban atas sanksi administrasi dari kementerian terkait sistem open dumping yang selama ini diterapkan di TPA.

Dengan membakar sampah di tingkat wilayah, volume sampah yang masuk ke TPA Sambutan dipastikan berkurang drastis, sehingga masa pakai TPA dapat diperpanjang.

Menariknya, DLH juga berencana mengolah limbah sisa pembakaran plastik menjadi paving block yang memiliki nilai ekonomis.

“Komitmen Pak Wali Kota sangat jelas, baik dari sisi anggaran pengelolaan sampah maupun limbah cair (air lindi),” beber Suwarso.

“Dengan adanya insinerator ini, beban TPA berkurang signifikan,” pungkas Suwarso.

Terkait kesejahteraan, DLH memastikan penggajian tenaga operator akan dilakukan melalui sistem swakelola agar lebih cepat dan efisien.

Rekrutmen tahap kedua juga akan segera dibuka guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di seluruh titik insinerator. (*)