Penajam

Diskukmperindag PPU Hitung Kuota LPG dan BBM 2026 untuk Antisipasi Kelangkaan

118
×

Diskukmperindag PPU Hitung Kuota LPG dan BBM 2026 untuk Antisipasi Kelangkaan

Sebarkan artikel ini

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berharap perhitungan kuota LPG dan bahan bakar minyak (BBM) tahun ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berharap perhitungan kuota LPG dan bahan bakar minyak (BBM) tahun ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Diskukmperindag PPU, Margono Hadi Sutanto, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan penghitungan kebutuhan energi sebagai dasar penetapan kuota LPG dan BBM di wilayah PPU.

“Basisnya kebutuhan. Mudah-mudahan tahun ini perhitungannya tidak meleset,” kata Margono, Sabtu (23/1/2026).

Belajar dari tahun sebelumnya, Margono berharap kejadian kuota yang habis lebih cepat, seperti pada 2025 yang hanya mencukupi hingga Agustus tidak terulang kembali.

Ia menargetkan pasokan energi tahun ini bisa aman tanpa harus mengajukan penambahan kuota ke Pertamina.

“Perhitungannya sudah ada formulanya untuk kebutuhan satu tahun. Harapannya sesuai, jadi kita tidak lagi minta tambahan,” ucapnya.

Menurut Margono, persoalan utama kelangkaan LPG sejatinya bukan pada kuota semata, melainkan subsidi yang belum sepenuhnya tepat sasaran.

Ia menilai LPG bersubsidi masih mudah diakses oleh kelompok masyarakat yang seharusnya tidak berhak.

“Subsidi ini seolah-olah semua orang bisa pakai. Itu yang jadi masalah di lapangan, terutama LPG,” ujarnya.

Berbeda dengan BBM bersubsidi yang sudah menggunakan sistem barcode, pengawasan distribusi LPG dinilai lebih sulit karena belum memiliki mekanisme kontrol serupa.

“Kalau BBM kan sudah pakai kartu dan barcode. LPG hampir semua orang bisa akses,” kata Margono.

Ia mengungkapkan, saat menindaklanjuti aduan kelangkaan LPG di lapangan, pihaknya justru mendapati gas 3 kilogram digunakan oleh warga yang tergolong mampu.

“Intinya soal kesadaran masing-masing,” kata dia.

Sementara itu, ia menilai pasokan BBM bersubsidi di PPU relatif masih aman, selama tidak terjadi lonjakan signifikan jumlah kendaraan.

Baca Juga:   Buaya Besar Muncul di Tengah Rumah Penduduk Berau Kaltim Saat Banjir

Sebagai informasi, kuota LPG 3 kilogram di Kabupaten PPU pada 2025 ditetapkan sebesar 5.443,3 metrik ton.

Adapun kuota BBM bersubsidi terdiri dari solar sebanyak 9.397 kiloliter dan Pertalite 33.188 kiloliter untuk satu tahun penuh. (TN01)