Waktu tersisa 10 bulan, tapi realisasi baru 33 persen! Sanggupkah Kalimantan Timur mengejar target swasembada pangan 20.000 hektare di tengah ancaman pasang surut Sungai Mahakam? Simak strategi ‘ngebut’ Wagub Seno Aji di sini!
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memacu realisasi target swasembada pangan tahun 2026.
Fokus utama saat ini tertuju pada program percepatan cetak sawah rakyat yang menjadi kunci kemandirian pangan di Bumi Etam.
Hingga Januari 2026, dari total alokasi 20.000 hektare lahan yang disiapkan pemerintah pusat, baru sekitar 6.600 hektare yang berhasil terealisasi. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji.
Dalam audiensi bersama Kelompok Tani Kabupaten Kutai Kartanegara di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat (23/1/2026), Seno Aji menerima berbagai laporan langsung dari lapangan.
Para petani mengungkapkan kendala krusial, mulai dari menyusutnya luasan lahan cetak sawah dari usulan awal hingga ancaman gagal panen akibat fluktuasi air Sungai Mahakam yang sulit diprediksi.
Merespons hal itu, Seno Aji menekankan pentingnya sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas level dengan para petani.
“Swasembada pangan Kaltim bukan mimpi jika 20.000 hektare ini sukses kita cetak dan panen dua kali setahun. Potensi produksinya bisa mencapai 350 ribu hingga 400 ribu ton per tahun. Namun, kita harus bergerak lebih cepat karena progres saat ini masih melambat, sementara target dari pusat sangat ketat,” tegasnya.

Belajar dari Keberhasilan Bukit Biru
Optimisme Wagub bukan tanpa alasan. Beliau merujuk pada keberhasilan panen raya di Bukit Biru yang telah mengadopsi teknologi pertanian modern.
Di sana, lahan percontohan seluas 10 hektare mampu menghasilkan produktivitas tinggi mencapai 6,8 ton.
Keberhasilan tersebut didorong oleh penggunaan mekanisasi pertanian, pemetaan lahan berbasis teknologi, serta pemupukan efisien menggunakan drone.
Langkah Strategis untuk 10 Bulan ke Depan
Mengingat waktu yang tersisa hanya sekitar 10 bulan untuk mencapai target tahunan, Seno Aji menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah konkret:
- Percepatan Pendataan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi).
- Verifikasi Lapangan yang lebih intensif.
- Penyelesaian SID (Survey Investigation Design).
- Penetapan Denah Sawah secara permanen.
“Ini bukti bahwa kita mampu. Sekarang tinggal bagaimana kita kompak melakukan percepatan di lapangan agar target swasembada ini benar-benar terwujud tepat waktu,” tutupnya.
(*)












