Penajam

Tiga Jam Menuju Sunyi, Pesona Air Terjun Tembinus di Tengah Hutan Sepaku

186
×

Tiga Jam Menuju Sunyi, Pesona Air Terjun Tembinus di Tengah Hutan Sepaku

Sebarkan artikel ini
Pesona Air Terjun Tembinus di Sepaku masih asri dan tenang

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Terbayar sudah lelahnya perjalanan ketika gemuruh air terdengar di balik rimbunnya pepohonan.

Di tengah terik matahari siang itu, suasana sejuk dan aliran air yang memecah sunyi menjadi pemandangan pertama yang menyambut pengunjung Air Terjun Tembinus, atau yang kerap disebut Niagara Tembinus.

Destinasi wisata alam ini berada di wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya di kawasan hutan tanaman industri milik PT Itchi Hutani Manunggal (IHM). Dari pusat Kota Penajam, perjalanan darat memakan waktu sekitar tiga jam.

Setelah kendaraan diparkir, pengunjung masih harus berjalan kaki kurang lebih 10 menit menyusuri area hutan untuk bisa menghadap megahnya air terjun Tembinus.

Air terjun setinggi sekitar 25 meter ini menyuguhkan lanskap alami yang masih terjaga.

Tebing batu di sisi kanan dan kiri membingkai aliran air yang jatuh bebas ke kolam di bawahnya, lalu mengalir perlahan melewati bebatuan hingga pada alirannya yang kecil dan dangkal.

Rimbbunnya pepohonan di sekeliling tak menjadikan objek wisata ini tampak kelam.

Sinar matahari tetap menembus celah dedaunan, memantul di permukaan air dan bebatuan, menghadirkan suasana terang sekaligus menenangkan.

Keasrian itulah yang dicari Jordy (20), pemuda asal Girimukti, Kecamatan Penajam. Ia bersama enam rekannya memanfaatkan masa cuti untuk berwisata alam.

Rombongan berangkat pada Rabu (17/12), menempuh perjalanan panjang yang sempat diwarnai kebingungan lantaran salah jalan.

“Jalannya sebenarnya bisa dilalui, tapi penandanya minim. Begitu masuk kawasan hutan, sinyal juga susah. Kami beberapa kali nyasar,” ujar Jordy kepada Titiknol.id.

Ia mengaku sempat putus asa. Namun dengan bertanya kepada warga dan orang-orang yang ditemui di perjalanan, rombongan akhirnya tiba di lokasi dengan selamat.

Baca Juga:   DPRD PPU: Harga Gabah di Bawah HPP Harus Dilaporkan, Petani Perlu Tegas Jaga Haknya

Sesampainya di Air Terjun Tembinus, rasa lelah pun sirna. Pemandangan alami yang tersaji membuat wajah-wajah semula letih kembali berseri-sumringah.

Jordy dan teman-temannya tak menyia-nyiakan kesempatan, memilih berendam dan bermain air di bagian pinggir kolam.

Menurut Jordy, meski Air Terjun Tembinus sudah lama dikenal, ia baru pertama kali berkunjung setelah destinasi ini ramai diperbincangkan di media sosial.

“Sekarang lagi tren wisata alam, tracking. Jadi penasaran juga. Banyak lihat konten di TikTok dan cerita dari teman yang pernah ke sini,” katanya.

Ia menilai kondisi air terjun masih sangat alami, udaranya sejuk, dan airnya bersih. Namun, ia mengingatkan bagi yang tertarik berkunjung untuk menyiapkan perlengkapan dengan matang sebelum datang.

“Bawa pakaian ganti kalau mau mandi, makanan, dan bensin yang cukup. Kami hampir kehabisan karena nyasar. Namanya masuk hutan, logistik itu penting. Kalau mau, bawa kompor portable juga buat masak-masak,” ujarnya.

Ia berharap keindahan Niagara Tembinus dapat terus terjaga. Dengan latar belakang rimba hutan industri, diharapkan di masa mendatang air terjun ini tak ubahnya wisata andalan PPU yang tetap asri, alami dan bebas dari sampah atau pencemaran.

(TN01)