Olahraga

AFC-OCA Ubah Aturan, Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Sepakbola Asian Games 2026

58
×

AFC-OCA Ubah Aturan, Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Sepakbola Asian Games 2026

Sebarkan artikel ini
TIMNAS INDONESIA BERJUANG - Timnas Indonesia berlaga dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk usai Skuad Garuda gagal menang atas Bahrain dan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @jayidzes)

TITIKNOL.ID – Federasi Sepakbola Asia (AFC) bersama Komite Olimpiade Asia (OCA) menyepakati aturan baru untuk cabang olahraga sepakbola di Asian Games 2026.

Kebijakan tersebut membuat Timnas Indonesia dipastikan tidak ambil bagian pada edisi mendatang.

‎Jika pada edisi-edisi sebelumnya seluruh negara peserta Asian Games bebas mengirimkan tim sepakbola, mulai Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, keikutsertaan dibatasi hanya bagi negara yang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026.

‎Indonesia yang gagal melaju ke Piala Asia U-23 2026 otomatis tidak memenuhi syarat untuk tampil di cabang sepakbola Asian Games.

‎“Sebanyak 16 tim yang bertanding di Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi otomatis bakal berpartisipasi di (sepakbola) Asian Games, sementara sepakbola putri akan terdiri dari 12 tim yang bertanding di putaran final Piala Asia Putri 2026 di Australia,” tulis pengumuman Federasi Sepakbola Singapura (FAS) pada 9 Februari 2026.

‎Dengan ketentuan baru tersebut, Asian Games 2026 hanya akan diikuti 16 tim putra yang lolos ke Piala Asia U-23 serta 12 tim putri yang tampil di Piala Asia Putri 2026.

‎Keputusan ini memupuskan kiprah Indonesia yang sebelumnya selalu ambil bagian di sepakbola Asian Games sejak 2014.

Dalam tiga edisi terakhir, skuad Merah Putih konsisten lolos dari fase grup.

‎Namun langkah Indonesia selalu terhenti di babak 16 besar dan belum pernah menembus semifinal sepanjang partisipasinya dalam periode tersebut.

‎Salah satu catatan manis Indonesia terjadi pada Asian Games 2014 saat Ferdinand Sinaga keluar sebagai top skor cabang sepakbola dengan torehan tujuh gol.

‎Perubahan regulasi ini sekaligus menjadi tantangan baru bagi pembinaan usia muda Indonesia, mengingat jalur menuju Asian Games kini sepenuhnya bergantung pada prestasi di level Piala Asia U-23. (*/)