SamarindaTitiknolKaltim

Umat Khonghucu di Samarinda mesti Mawas Diri dan Kendali Ambisi

52
×

Umat Khonghucu di Samarinda mesti Mawas Diri dan Kendali Ambisi

Sebarkan artikel ini
Perayaan imlek 2025. (halodoc)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Suasana khidmat menyelimuti Kelenteng Thien Ie Kiong, Jalan Yos Sudarso, saat umat Khonghucu dan warga Tionghoa di Samarinda menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Tahun ini, penanggalan lunar memasuki tahun Kuda Api, sebuah simbol yang membawa pesan tentang energi besar dan tantangan dalam menjaga arah hidup.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kalimantan Timur, Jaosen David Hermanto, memimpin langsung doa bersama yang digelar pada Selasa (17/2/2026) dini hari.

Usai ritual sembahyang, ia memaparkan makna mendalam di balik kombinasi unsur kuda dan elemen api yang menaungi tahun ini.

Filosofi Kuda Api: Antara Ambisi dan Pengendalian

Menurut David, shio Kuda melambangkan rezeki dan semangat untuk terus menatap ke depan.

Namun, ketika bertemu dengan elemen Api, salah satu dari lima elemen utama dalam ajaran Khonghucu selain air, tanah, logam, dan kayu energi tersebut menjadi sangat kuat dan ambisius.

“Sifat kuda itu kuat dan selalu melihat ke depan. Namun, ketika bertemu elemen api, kita harus waspada agar jangan sampai kehilangan arah. Ambisi harus tetap fokus dan terarah agar berbuah kebaikan,” pesan David.

Ia menekankan pentingnya mawas diri agar masyarakat tidak terlena dengan ambisi yang berlebihan.

Bagi mereka yang merasa shionya kurang selaras tahun ini, David menyarankan untuk melakukan ritual tolak bala guna meminimalisir energi negatif dan memaksimalkan potensi positif.

Tradisi Spiritual hingga Cap Go Meh

Selain aspek filosofis, David juga menjelaskan rangkaian ritual yang dijalani umat. Ibadah di Kelenteng Thien Ie Kiong merupakan bentuk sujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah sembahyang, momen Imlek dirayakan dengan mempererat tali silaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

Baca Juga:   Wapres Gibran Pertama Kalinya ke Ibu Kota Nusantara di Kaltim, Disambut Gubernur Rudy Mas'ud

“Ritual sembahyang dan silaturahmi ini akan terus berlangsung hingga malam ke-7 dan ke-8, yang merupakan waktu khusus untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Besar,” jelasnya.

Rangkaian perayaan tahun baru ini nantinya akan ditutup secara meriah pada hari ke-15 dalam Festival Cap Go Meh.

Melalui momentum Imlek 2577 ini, umat diharapkan mampu beradaptasi dengan karakter “Kuda Api” yang dinamis, sembari tetap menjaga pengendalian diri demi keharmonisan hidup di Kota Samarinda.