Ekonomi melambat, pajak resto di Berau ikut kena imbas. Penurunan harga batubara disebut jadi biang kerok melemahnya daya beli warga. Cek data lengkapnya di sini
TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) kategori makanan dan minuman mencatatkan tren negatif pada tahun 2025.
Penerimaan di sektor ini hanya mencapai Rp28,6 miliar, atau sekitar 79,5 persen dari target yang dipatok sebesar Rp36 miliar.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 6,87 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berhasil menyentuh angka Rp30,7 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, mengungkapkan bahwa lesunya penerimaan pajak restoran ini sangat dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat sepanjang tahun berjalan.
Menurut Djupiansyah, ada dua faktor utama yang menjadi pemicu:
Efisiensi Anggaran: Pengetatan pengeluaran baik di tingkat rumah tangga maupun instansi.
Fluktuasi Harga Batubara: Penurunan harga batubara pada tahun 2025 berdampak langsung pada volume produksi dan pendapatan sektor pertambangan yang menjadi urat nadi ekonomi Berau.
“Harga batubara tahun 2025 yang lebih rendah dibanding 2024 sangat berpengaruh pada produksi dan pendapatan masyarakat,” jelas Djupiansyah, Minggu (22/2/2026).
Guna memulihkan penerimaan PBJT makanan dan minuman di tahun ini, Bapenda Berau telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Fokus utamanya adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan omzet secara akurat dan tepat waktu.
“Kami akan mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, hingga pemasangan alat Transaction Monitoring Device (TMD) di setiap gerai usaha. Selain itu, kami juga menyiapkan reward bagi wajib pajak yang patuh,” tambahnya.
Rincian Capaian PAD Berau 2025
Secara keseluruhan, total PAD Kabupaten Berau pada tahun 2025 mencapai Rp316 miliar.
Berikut adalah rincian kontributor utama PAD Berau:
Sektor Pendapatan
Nilai Realisasi
Pajak Daerah
Rp143 Miliar
Retribusi Daerah
Rp99 Miliar
Lain-lain Pendapatan Sah
Rp62,01 Miliar
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Rp11,3 Miliar
Meskipun sektor pajak daerah menjadi penyumbang terbesar (Rp143 miliar), tantangan di sektor konsumsi makanan dan minuman tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau untuk menjaga stabilitas fiskal daerah. (*)












