PenajamTitiknolKaltim

Produksi Cabai PPU Surplus, Distan Pastikan Cukup Penuhi Kebutuhan Ramadan

63
×

Produksi Cabai PPU Surplus, Distan Pastikan Cukup Penuhi Kebutuhan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU Gunawan menyebut produksi cabai PPU surplus untuk penuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, Jumat (6/3/2026)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan produksi cabai petani lokal masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan kebutuhan cabai rawit masyarakat PPU dalam sebulan diperkirakan mencapai sekitar 35 ton. Sementara produksi petani justru berada di atas angka tersebut.

“Kalau kebutuhan sekitar 35 ton per bulan, produksi kita bisa mencapai 47 ton. Artinya masih surplus,” kata Gunawan, Jumat (6/3/2026).

Ia menyebut, dari sisi produksi tahunan, capaian petani juga melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Distan sebelumnya menargetkan produksi cabai sekitar 754 ton dalam setahun, namun realisasi produksi petani mampu menembus 1.680 ton.

Menurut dia, kondisi itu menjadi indikator bahwa pasokan cabai dari petani lokal masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat permintaan meningkat di bulan Ramadan.

“Kita sudah menetapkan target produksi. Dengan capaian yang ada, stok dari petani saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Gunawan juga memastikan harga cabai di tingkat petani masih berada pada kisaran Harga Acuan Pemerintah (HAP), yakni sekitar Rp45 ribu hingga Rp47 ribu per kilogram.

Harga tersebut dinilai sudah melalui kajian sehingga relatif stabil di tingkat petani. Sementara harga di tingkat konsumen bisa berbeda karena dipengaruhi biaya distribusi.

“Di tingkat petani tidak ada gejolak berarti. Kalau di konsumen biasanya dipengaruhi biaya distribusi,” kata dia.

Sejauh ini, tren harga cabai di PPU masih dalam kisaran yang wajar. Meskipun sempat meroket hingga Rp100 ribu per kilogram, dalam sepekan terakhir, harga mulai turun dan berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Baca Juga:   Utang Rp126 Miliar akan Dibayar Tahun Ini, Pemkab Kukar Jamin Kepastian

Menurut Gunawan, fluktuasi harga lebih banyak dipengaruhi momentum hari besar keagamaan, faktor cuaca, serta waktu panen petani.

“Kalau di lapangan belum panen, otomatis pasokan ke pasar berkurang. Sementara permintaan tinggi, harga pasti naik. Tapi dari sisi produksi petani insyaallah aman,” ujarnya.

(TN01)