TITIKNOL.ID, PENAJAM – Tergerusnya anggaran daerah membuat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pembiayaan infrastruktur beralih ke pusat.
Bupati PPU, Mudyat Noor mengakui kemampuan fiskal daerah terbatas. Karena itu langkah lobi ke kementerian terus dilakukan agar proyek strategis tetap berjalan.
Sejumlah proyek yang diusulkan mencakup Bendungan Lawe-Lawe, Sungai Riko, Bendung Gerak Telake, TPST, hingga jaringan air bersih.
Selain itu, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah terintegrasi juga ikut didorong.
“Kami terus mencari pola agar bagaimana pembangunan di PPU ini tidak berhenti dengan kejadian menurunnya fiskal daerah,” kata Mudyat, Jumat (27/3/2026).
Dijelaskan sebagian usulan telah disetujui, di antaranya TPST Buluminung, Jembatan Sungai Riko, jaringan distribusi air bersih, serta pembangunan sekolah yang seluruhnya dibiayai pemerintah pusat.
Menurut Mudyat, langkah ini ditempuh agar PPU tetap mendapat manfaat pembangunan, sekaligus mengejar dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara di Sepaku.
“Kita terus lobi-lobi. Insyaallah tahun depan berjuang bersama di APBN. Sudah ada sekolah rakyat, kemudian sekolah terintegrasi, termasuk TPST masuk dalam agenda Kementerian PU, beberapa fasilitas sanitasi dan air bersih. Kita akan usahakan semaksimal mungkin,” jelasnya.
(TN01)












