PenajamTitiknolKaltim

Efek Tol Pulau Balang Dibuka, Mobilitas Jalur Laut PPU Menyusut

12
×

Efek Tol Pulau Balang Dibuka, Mobilitas Jalur Laut PPU Menyusut

Sebarkan artikel ini
Pengguna roda dua melintas di penyeberangan Feri Penajam. Dishub PPU mencatat mobilitas jaluraut menyusut, seiring kendaraan roda empat beralih gunakan jalur Tol Pulau Balang.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Arus pergerakan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama periode mudik 16-25 Maret 2026 terpantau melandai.

Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mencatat penurunan signifikan pada jalur keluar-masuk wilayah, terutama di rute penyeberangan.

Data Dishub PPU menunjukkan, pergerakan keberangkatan turun 15,8 persen, sementara arus kedatangan anjlok hingga 59,7 persen dibanding periode sebelumnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub PPU, Habibi, menyebut tren ini telah berlangsung sejak tahun lalu.

Ia menilai, perubahan pola mobilitas tidak lepas dari beroperasinya Tol Pulau Balang yang menjadi alternatif utama bagi pemudik.

“Sejak akses tol dibuka, mobilitas masyarakat di jalur yang melintasi PPU memang cenderung menurun,” kata Habibi, Senin (30/3/2026).

Menurut dia, kehadiran tol tidak hanya mempercepat waktu tempuh, tetapi juga mengalihkan arus kendaraan yang sebelumnya mengandalkan jalur laut.

Berdasarkan rekapitulasi di empat titik pemantauan, jumlah keberangkatan tercatat 20.137 penumpang pejalan kaki dan 17.940 kendaraan roda dua serta roda empat.

Sementara itu, jumlah kedatangan mencapai 24.909 penumpang dan 18.056 kendaraan.

Empat titik tersebut meliputi Pelabuhan Feri Penajam, pelabuhan speedboat dan klotok Penajam, pelabuhan speedboat dan klotok Maridan, serta Terminal Penajam.

Habibi menegaskan, penurunan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda empat di layanan feri. Banyak pengguna kini beralih ke jalur tol, sedangkan kendaraan logistik tetap bertahan menggunakan penyeberangan laut.

“Roda empat yang lewat feri jauh berkurang. Kebanyakan memilih jalur tol. Tapi untuk angkutan logistik masih tetap lewat feri,” ujarnya.

Disebutkan, pembukaan Tol Pulau Balang memang dirancang untuk mengurai lonjakan arus saat mudik. Kebijakan itu efektif menekan kepadatan, namun di sisi lain membuat mobilitas di jalur konvensional mengalami penyusutan.

Baca Juga:   SPBU Baru di Simpang Gerilya–Damanhuri Samarinda tak akan Munculkan Macet, Dishub Punya Alasannya

(TN01)