TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sebanyak 21 lapak UMKM yang sebelumnya berjualan di tepi jalan seberang RSUD Penajam Paser Utara (PPU) kini resmi menempati lahan relokasi yang disiapkan pemerintah.
Ketua Himpunan UMKM Taman Alun-alun (HUTA) PPU, Muh Pramanta, mengatakan pemindahan dilakukan setelah lahan dan akses menuju lokasi dinyatakan siap digunakan.
“Awalnya lahan belum bisa ditempati. Setelah dilakukan perataan tanah oleh Dinas PUPR, seluruh pedagang yang sebelumnya di seberang RSUD sudah pindah,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menilai langkah pemerintah cukup responsif dalam menata pedagang kaki lima dengan tetap menyediakan solusi.
Para pedagang pun memilih mengikuti arahan tersebut.
Tata menyebutkan, sebelum relokasi, pedagang diminta mendaftar melalui link yang disediakan oleh Dinas KUKM Perindag untuk memastikan penempatan lapak sesuai.
Tak hanya menampung pedagang lama, lokasi relokasi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lain.
Secara keseluruhan, area tersebut diperkirakan dapat menampung hingga 60 lapak.
Menurut Pramanta, pemanfaatan lahan bersifat sementara.
Area tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan gedung Satpol PP dan Damkar.
“Kami diizinkan memakai lahan ini sampai pembangunan dimulai,” katanya.
Dibanding sebelumnya, area dagang kini lebih luas dan tertata. Sebelumnya, lapak yang berdiri di bahu jalan sempat menuai keluhan karena dinilai mengganggu ketertiban dan membahayakan pengguna jalan.
“Sekarang lebih tertib. Walaupun belum permanen, harapannya ke depan bisa dibuat semi permanen,” ujarnya.
Terkait retribusi, pedagang masih menunggu ketentuan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Namun mereka siap jika nantinya dikenakan biaya sebagai kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Belum ada angka pasti. Tapi kami siap, karena itu juga bagian dari kontribusi ke daerah,” tutupnya.(TN01)












